Tragis, Pelajar MI Nurul Taqwa Use’e Belajar di Tenda – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Tragis, Pelajar MI Nurul Taqwa Use’e Belajar di Tenda

RADARBONE.CO.ID, WATAMPONE, RB–Nasib para pelajar MI Nurul Taqwa Use’e Desa Lebongnge Kecamatan Cenrana sangat memprihatinkan. Betapa tidak, sejak memasuki tahun 2019 para pelajar memilih belajar di tenda darurat, pasca gedung madrasah yang sebelumnya ditempati belajar dipersewakan oleh pemilik lahan.

Kepala MI Nurul Taqwa Use’e Daina SPd mengaku terpaksa memilih tak melanjutkan proses belajar mengajar di gedung madrasahnya karena pemilik lahan menerapkan sewah kepada pihak madrasah sebesar Rp500 ribu per bulannya.

“Saya juga tidak mengetahui pasti status tanah yang ditempati gedung madrasah kami, karena madrasah ini dibangun sejak 1965 sebelum saya lahir. Bahkan saya pun juga alumni dari madrasah ini,” katanya.

MI Nurul Taqwa Use’e ini kata Daina, didirikan oleh warga setempat sejak tahun 1965 diatas tanah lahan Hj Ondeng dengan luas lahan 10 Meter X 15 Meter. Pada saat tahun 2013, lahan tanah tersebut dibeli Hj Sitti Senni anak saudara kandung Hj Ondeng. Namun pada saat memasuki tahun 2019, pihak madrasah tiba-tiba diwajibkan membayar sewa lahan sebesar Rp500 ribu per bulan.

“Karena kami tidak sanggup, makanya kami lebih memilih untuk tak menempati gedung tersebut. Dan yang paling kami syukuri salah seorang warga Desa Lebongnge atas nama Tamin anak dari H Annas mewaqafkan tanahnya untuk ditempati MI Use’e belajar. Makanya untuk sementara, kami dibantu oleh masyarakat setempat, para babinsa untuk mendirikan tenda darurat untuk ditempati siswa belajar,”
ujarnya.

Selaku Kepala Madrasah, Daina mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Bone dan Pengawas. Kini sisa menunggu saja jalan keluarnya.

“Makanya sambil menunggu langkah dari Kementerian Agama Kabupaten Bone, proses belajar mengajar tetap kami lanjutkan. Terkadang di dalam tenda, terkadang juga di luar tenda. Apalagi saat ini musim hujan,” katanya.

Daina juga tak menyangka madrasah yang dipimpinnya akan mengalami nasib seperti ini, apalagi madrasah yang didirikan di desanya itu telah banyak mencetak alumni dan berhasil di mana-mana. Tidak hanya itu, jumlah siswa yang dibina madrasah itu juga tak sedikit yakni sebanyak 105 orang siswa.

“Mereka ini terdiri dari enam rombel dan belajar di satu gedung sekolah yang memiliki hanya beberapa kelas. Karena jumlah kelas terbatas, kita pun menyekatnya menjadi enam kelas,” bebernya.

Selaku kepala madrasah, Daina berharap ada bentuk perhatian dari pihak pemerintah, supaya MI Use’e ini bisa menjadi lebih maju dan berkembang.

Sementara informasi dari Babinsa Desa Lebongnge Pelda Habibi anggota Koramil 03/Cenrana Kodim 1407/Bone, mengatakan bahwa tadi malam terjadi hujan deras di Desa Lebongnge, yang mengakibatkan tenda-tenda darurat selama beberapa hari ini dijadikan ruangan belajar rusak karena kemasukan air, sehingga siswa terpaksa belajar di luar tenda.

“Kondisi ruangan tempat belajar siswa saat ini sangat tidak layak pakai untuk dijadikan tempat belajar,” ujarnya.

Sementara Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Drs H Kasmaruddin MPd juga tak menampik hal tersebut. Bahkan ia sudah mendapat laporan terkait nasib yang menimpa MI Nurul Taqwa Use’e.

“Saat ini pihak Kementerian Agama Kabupaten Bone tengah mencari solusi, karena meski MI Use’e adalah swasta, tapi siswa yang dibina di madrasah itu tetap menjadi tanggungjawab Kementerian Agama Kabupaten Bone,” imbuhnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top