‘Uang Panai’ Diduga Disunat – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

‘Uang Panai’ Diduga Disunat

ilustrasi

Dugaan Pemotongan Uang Belanja Pernikahan di Maroanging

PENULIS : ARDI BIN WARIS

WATAMPONE, RB–Warga Kelurahan Maroanging, Kecamatan Sibulue mengeluhkan pemotongan uang belanja pernikahan (uang panai) oleh pemerintah setempat. Besar pemotongan tak tanggung-tanggung di atas Rp1 juta.

Dugaan pemotongan uang panai ini terungkap setelah salah seorang warga setempat berinisial LA mengadukan pemotongan uang belanja pesta pernikahan anaknya kepada salah satu tokoh masyarakat setempat berinisial SA. SA yang dikenal sebagai tokoh berpengaruh wilayah itu membeberkan, bahwa usai penyerahan uang belanja pernikahan anak LA sebesar Rp25 juta, LA pun dimintai pemotongan senilai Rp1.250.000. Potongan uang belanja tersebut diserahkan kepada utusan lurah yang mendatangi rumahnya.

“Awalnya uang panai dipotong sama imam. Tapi mungkin dia ketakutan sehingga dikembalikan. Tiga hari kemudian datang utusan lurah melalui kepala dusun (lingkungan) meminta potongan uang panai tersebut. Jumlah uang yang dipotong Rp1.250.000,” papar SA saat menghubungi RADAR BONE, Minggu, 2 April lalu.
SA menyatakan prihatin dengan pemotongan tersebut, apalagi LA adalah seorang warga tergolong kurang mampu. \

“Sebenarnya dia (LA) berat memberi potongan uang panai itu. Tapi dia tidak bisa berbuat banyak. Maklum, ia bisa dibilang kurang mampulah,” tutur SA .

Lebih jauh SA mempertanyakan dasar pemotongan uang panai tersebut. Pasalnya, saat ini, kata dia segala bentuk pungutan sudah dihapus.

“Saat sekarang ini sudah tidak ada pungutan-pungutan di desa,” tandasnya.
Lurah Maroanging, H Tahir yang dikonfirmasi via sambungan telepon tidak membantah pemotongan uang panai tersebut.

Menurutnya, pemotongan tersebut adalah atas kesepakatan bersama dan telah dimusyawarahkan warga di Kelurahan Maroanging.
“Dibuatkan berita acara yang diterbitkan Pemerintah Kelurahan, bahkan disaksikan langsung oleh Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKM),” jelas Tahir.

Karena dinilai hasil keputusan bersama, maka Tahir menyatakan tidak ada yang keberatan dengan pemotongan uang panaiktersebut.

”Sebab sudah ada aturannya yang telah disepakati dari hasil musyawarah. Jadi tidak ada keberatan, karena ini adalah hasil keputusan bersama,” kunci Tahir.

Click to comment
To Top