UIT Makassar Gelar Wisuda Gelombang XIII – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

UIT Makassar Gelar Wisuda Gelombang XIII

RADARBONE.CO.ID_MAKASSAR–Universitas Indonesia Timur (UIT) menggelar wisuda gelombang ke XIII (13), setelah dua tahun menjalani sanksi, Senin 18 Maret 2019.

Sanksi administrasi berat yang diberikan Kemenristekdikti membuat UIT tidak bisa menerima mahasiswa baru, juga wisuda.

Bertempat di Aula Utama Kampus 5 lantai 6, wisuda dihadiri Kepala LLDIKTI, Prof Dr Jasruddin, dan Ketua APTISI Pusat, Prof Dr Budi Djatmiko, yang dalam orasi ilmiahnya meminta kampus melakukan inovasi dalam tridharma perguruan tinggi.

“Saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat. Yang seharusnya diwisuda dua tahun lalu, baru hari ini kita bisa laksanakan,” ujar Ketua Yayasan UIT, Aminuddin.

Civitas akademi UIT juga keluarga wisudawan menyambut gembira pidato Rektor UIT, yang menjanjikan akan membawa UIT kembali menjadi kampus yang layak dipercaya.

Ketua Yayasan Indonesia Timur juga berjanji dan berharap dukungan seluruh pihak, agar akhir Maret ini seluruh prodi yang harus reakreditasi itu sudah terkirim borangnya.

Sementara itu, Rektor UIT Dr Andi Maryam SKM SST MKes, mengatakan, wisuda ini merupakan wujud tanggung jawab UIT. Setelah dua tahun tidak melakukan wisuda, UIT kembali mewisuda 361 mahasiswanya.

Rektor mengundang 700 lebih calon wisudawan, hanya 361 yang mendaftar, terdiri dari 16 dari prodi Kesehatan Masyarakat, 105 Farmasi, 7 prodi Ilmu dan Teknologi Pangan, 12 Ilmu Administrasi Negara, 28 Ilmu Hukum, 29 Manajemen, 7 Psikologi, 7 Pendidikan Agama Islam, dan 50 Ilmu Keperawatan.
Humas dan Kerjasama UIT, yang juga Wakil Rektor IV, Zulkarnain Hamson, SSos MSi menambahkan,  pada April mendatang pihaknya akan kembali menggelar wisuda untuk kurang lebih 900 alumni yang belum ikut pada wisuda Senin pagi tadi.

Terpisah, Kepala LLDIKTI, Prof Dr Jasruddin mengaku, terus melakukan upaya-upaya monitoring perbaikan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kampus yang pernah berjaya itu.

“Baik untuk urusan akademik hingga sarana perkuliahan. Karena menjadi bagian dari kesepakatan pencabutan sanksi Desember 2018 lalu,” tutupnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top