Uji Kompetensi tak Gugurkan Balon – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Uji Kompetensi tak Gugurkan Balon

Hari Ini, Panitia Tetapkan Calon Kades

WATAMPONE, RB—Uji kompetensi ternyata tak menggugurkan bakal calon kepala desa. Tak ada balon yang terlempar karena hasil ujiannya buruk. Hasil ujian hanya menjadi acuan panitia desa menetapkan calon, hari ini. Sebanyak 437 bakal calon telah mengikuti ujian yang dilaksanakan panitia tingkat kabupaten selama dua hari, yakni 15-16 November lalu. 437 balon kades in berasal 141 desa yang tersebar di 23 kecamatan.

Panitia tingkat kabupaten telah me-rampungkan hasil pemeriksaan ujian balon kades. Hasilnya, telah diserahkan kepada camat selaku panitia pengawas (P2), Rabu 23 November kemarin. Selanjutnya, para camat menyerahkan kepada panitia pilkades masing-masing desa untuk menetapkan bakal calon yang lolos menjadi calon kepala desa yang akan bertarung pada pilkades se-rentak jilid II, tanggal 7 Desember mendatang.

Ketua Tim Koordinasi Pilkades Kabupaten Bone, Drs AM Yamin Tahir, MSi mengatakan kewenangan me-netapkan bakal calon yang lolos menjadi calon berada di tangan panitia tingkat desa. Panitia desa, kata dia menentukan calon berdasarkan skor nilai dari hasil ujian masing-masing balon. “Jadi mereka (Panitia) mengurut nilai hasil ujian balon dari skor yang tertinggi hingga urutan kelima, jika diikuti lebih dari lima balon,” jelas Mantan CamatLamuru itu.

Untuk desa yang diikuti lebih dari lima balon, lanjut Yamin dipastikan ada yang gugur. Berdasarkan data yang dimiliki, setidaknya ada tujuh desa yang diikuti lebih dari lima balon kades. Ketujuh desa dimaksud, yakni Desa Sijelling Kecamatan Tellu Siattinge) sebanyak 6 balon.

Desa Pakkasalo Kecamatan Dua Boccoe dan Desa Lebbae Kecamatan Ajangale masing-masing 7 balon. Desa Bulumpare Kecamatan Awangpone dan Desa Tellongeng Kecamatan Mare masing-masing 6 balon. Kemudian Desa Awo Kecamatan Cina sebanyak 8 balon. Dan terakhir, Desa Buareng Kecamatan Kajuara diramaikan 10 balon. Dengan demikian, dari 7 desa tersebut bisa dipastikan ada 15 balon yang akan gugur.

Lebih jauh Yamin mengatakan ujian pilkades yang dilaksanakan pekan lalu, tidak menggagalkan balon. Ujian, kata dia dimaksudkan untuk melihat sejauhmana kompetensi masing-masing balon, disamping sebagai ajang silaturahmi calon pemerintah desa dengan pemerintah kabupaten.

“Tidak ada balon yang gugur dari hasil ujian. Kita tidak ada istilah seperti itu. Ujian ini sebenarnya dimaksudkan sebagai silaturahmi para calon dengan Pemerintah Kabupaten Bone. Supaya kita bisa mengenal mereka-mereka yang akan menjadi pemimpin di desa nanti. Selain itu, untuk mengetahui kompetensi ma-sing-masing balon. Makanya mereka selain diuji tertulis juga dilakukan wawancara hingga baris berbaris. Jangan sampai nanti mereka memimpin upacara di desa. Kita ingin melihat performance mareka,” papar Asisten I Setda Bone itu.

Tak hanya itu, kata Yamin, melalui ujian pilkades, diharapkan balon mengetahui visi misi pemerintah daerah. Bagaimana pun, lanjut Yamin, diharapkan program yang dilaksanakan di desa akan singkron dengan visi misi bupati.
“Desa kan merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah kabupaten, sehingga mereka perlu mengetahui visi misi yang dicanangkan bupati,” bebernya.

Kendati ujian pilkades tak menggugur balon, namun kata Yamin hasil ujian tidak bisa dipandang remeh. Selain menentukan skor nilai untuk lolos menjadi calon, juga skor nilai yang diperoleh dari masing-masing balon akan menjadi penentu kelak ketika terjadi perolehan suara sama.

“Jika misalnya nanti hasil perolehan suara sama. Kemudian hasil perolehan suara di dusunnya sama, pendidikannya sama, maka penentu terakhir adalah nilai hasil ujiannya. Karena hasil ujian ini tidak akan sama. Kenapa, karena selain ujian tertulis ada juga tes wawancara dan praktek,” jelas dia.

Yamin menambahkan, selain menetapkan calon, panitia desa juga akan mengundi nomor urut calon sekaligus penetapan DPT. Mekanisme pengundian diserahkan kepada masing-masing panitia desa.
“Mereka (Panitia desa) yang menentukan mekanisme pengundiannya. Mau menggunakan cara seperti mengundi arisan, terserah mereka. Yang penting aman dan jujur,” kunci Yamin.

*

To Top