Ujian Paket C Diduga Diwarnai Joki – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ujian Paket C Diduga Diwarnai Joki

Peserta ujian yang mengenakan jaket berwarna hitam dipadu lengan berwarna merah diduga kuat sebagai joki. Pria ini diketahui mahasiswa S2 pada salah satu perguruan tinggi ternama di daerah ini.

PENULIS : ADRI – RISNAWATI

RADARBONE.CO.ID – WATAMPONE–Berbagai cara dilakukan peserta ujian paket C agar bisa lulus ujian. Mulai dari membayar dengan biaya tinggi hingga dugaan melibatkan mahasiswa bertindak sebagai joki. Dugaan keterlibatan joki dalam ujian paket C ini ditemukan RADAR BONE di salah satu lokasi pelaksanaan ujian paket C, tepatnya di SD Negeri 1 Watampone di bilangan Jl Makmur, Sabtu, 15 April lalu.

Seorang pria berjaket berwarna hitam dipadu warna merah pada lengannya ikut menjadi peserta ujian. Padahal diketahui pria berinisial AS ini adalah seorang mahasiswa S2 pada salah satu sekolah tinggi ternama di daerah ini. Pria yang mengenakan sepatu berwarna coklat ini menempati deretan bangku paling depan di pojok kanan.

Ia adalah satu-satunya peserta yang mengenakan jaket, Meski tetap mengenakan seragam berwarna putih di balik jaketnya. Peserta yang diduga kuat berperan joki ini bebas mengerjakan soal-soal yang diujikan tanpa ada pemeriksaan yang ketat dari pihak pengawas.

BACA JUGA  Fahsar: Tahun Ini, Paling Semarak

Keterlibatkan joki dalam ujian paket C ini cukup terbuka. Mengingat beberapa peserta tidak pernah mengikuti bimbingan belajar pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) tempat dimana peserta terdaftar. Melainkan mereka langsung mengikuti ujian tanpa melewati pembimbingan selama enam bulan.

“Saya tidak pernah ikut bimbingan, langsung saja ikut ujian,” ungkap Ade Setiawan diamini A Sri Hastuti, peserta ujian yang terdaftar di PKBM Rashara.

Karena tanpa bekal bimbel, Ade cukup kesulitan mengerjakan soal-soal ujian. “Walaupun sudah mengikuti bimbingan tetap saja kewalahan menghadapi soal dan lembar jawabannya, apa lagi bagi kami yang tidak pernah mengikuti bimbingan,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Hastina, salah seorang peserta ujian paket C dari PKBM Armila. “Saya tidak pernah mengikuti bimbingan, langsung ikut ujian saja,” ujar Hastina diamini peserta lain, Jamaluddin.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Drs. Nursalam, MPd menegaskan pelaksanaan ujian paket C tidak boleh diwakili. Peserta yang terbukti memanfaatkan jasa joki akan diberi sanksi diskualifikasi.
Karenanya untuk mencegah terulangnya kasus serupa, para pengawas diminta memperketat pemeriksaan kartu tes peserta.

BACA JUGA  Astaga, Sabu 8 Kg Ditemukan di Sibulue

“Jika memang hal itu terbukti, maka peserta ujian itu harus didiskualifikasi,” tegasnya, beberapa waktu lalu.
Keterlibatan joki dalam ujian paket C bukan kali saja terjadi. Pada pelaksanaan ujian paket C yang berlangsung di SMP Negeri 6 Watampone tahun lalu, diduga kuat melibatkan joki. Setidaknya ada dua peserta ujian yang diduga kuat melibatkan joki saat mengikuti ujian.

*

Click to comment
To Top