Ujian Paket C Diduga Jadi Lahan Bisnis – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ujian Paket C Diduga Jadi Lahan Bisnis

PENULIS : AGUSTAPA

RADARBONE.CO.ID – WATAMPONE–Ujian Paket C setara SMA sederajat gelombang pertama baru saja digelar. Sayangnya, beberapa peserta tak pernah mengikuti bimbingan belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai lembaga pembimbing, tapi bisa lolos mengikuti ujian karena membayar sejumlah uang. Dinas Pendidikan Kabupaten Bone melalui Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) menyelenggaran ujian paket C setara SMA sederajat serentak, Sabtu, 15 April lalu.

Sejatinya peserta ujian adalah peserta bimbingan dari PKBM yang telah mengikuti bimbingan belajar selama enam bulan. Namun faktanya, beberapa peserta ujian paket C justru tak pernah mengikuti bimbingan belajar di PKBM. Mereka cuma membayar dengan sejumlah uang, lalu langsung mengikuti ujian.
Berdasarkan penelusuran RADAR BONE, menemukan pembayaran peserta bervariasi. Mulai dari Rp500 ribu, Rp600 ribu hingga Rp1 juta.

Salah satu peserta ujian paket C berinisial PA yang ditemui RADAR BONE, Sabtu, 15 April lalu, mengakui dirinya membayar Rp1 juta untuk ikut ujian paket C. “Meski pembayarannya terbilang mahal, akan tetapi bagi saya itu tidaklah masalah yang penting bisa ikut ujian dan dapat ijazah,” ungkap salah satu peserta dari PKBM Mattiro Deceng itu.

BACA JUGA  Bisa Teleponan, Keluarga JCH Ditahan Filipina Lega

Untuk mengikuti ujian paket C, kata dia tidaklah sulit, karena tidak perlu mengikuti bimbingan belajar sampai enam bulan. “Saya sudah lama mendaftar, nanti saya dipanggil pada saat mau mengikuti ujian,” bebernya.
Peserta ujian paket C lainnya, berinisial BA juga mengaku membayar Rp600 ribu untuk ikut ujian. Pembayaran, kata dia lakukan secara angsur.

“Pembayaran itu tidak langsung saya setor sekaligus, nanti saya lunasi setelah ijazah saya ambil,” kata peserta ujian paket C dari SKB Kabupaten Bone tersebut.

Berbeda dengan AP. Peserta ujian paket C dari PKBM Armila ini bisa bernapas lega. Pasalnya, setorannya ke PKBM tergolong lebih rendah dari peserta lainnya, yakni Rp500 ribu. “Saya sudah bicara dengan peserta yang lain, PKBM saya yang terbilang rendah pembayarannya,” tuturnya.

Hanya saja, ironisnya JU yang juga tercatat sebagai peserta ujian paket C dari PKBM Armila justru membayar Rp600 ribu. Ia memperkirakan uang pembayaran tersebut digunakan pengelola untuk membeli alat tulis.
“Buktinya, kami mau ikut ujian, alat tulis kami langsung disiapkan,” ungkap peserta dari Kecamatan Ulaweng ini.
Berbeda peserta yang memiliki koneksi dengan panitia. Biaya mengikuti ujian paket C-nya bisa lebih murah, seperti dialami HA, salah satu peserta ujian paket C dari PKBM Rashara.

BACA JUGA  Oknum LSM Nyaris Dikeroyok

Untuk mengikuti ujian paket C, HA cuma membayar Rp300 ribu. Jauh di bawah biaya peserta lainnya. “Murah saya bayar, karena diurus oleh kakekku sendiri dan kebetulan dia juga panitia di sini,” ungkapnya.

Sekretaris PKBM Armila, Andi Mislam Rasyid yang dikonfirmasi RADAR BONE menegaskan peserta yang mendaftar untuk ikut ujian paket C telah melewati pembimbingan selama enam bulan, yang berlangsung tiga kali dalam seminggu. Sedangkan mengenai bervariasinya pembayaran yang dikenakan kepada peserta tak dibantah.

“Itu kami lakukan, karena tidak semua kemampuan peserta sama. Maka dari itu, ada peserta yang membayar Rp300 ribu, ada juga Rp1 juta. Bahkan kalau dia tidak mampu ada juga yang membayar Rp100 ribu, dan dibebaskan dari pembayaran kalau pesertanya berasal dari panti asuhan atau dari Lembaga Pemasyarakatan,” ungkapnya.

Lebih jauh diungkapkan, bahwa pembayaran peserta ujian paket C di PKBM yang dikelolanya tak dipaksakan.
“Pembayaran yang dibebani kepada peserta tidak dipaksakan, karena biaya itu hanya dipergunakan untuk administrasi saja,” paparnya.

BACA JUGA  Kejari Didesak Tuntaskan Kasus TTP Wollangi

Kasi Kesetaraan Bidang PAUD dan Dikmas Kabupaten Bone, Asis tak mempersoalkan pembayaran peserta ujian paket C tersebut. Bervariasinya jumlah pembayaran peserta ujian paket C yang diterapkan PKBM, kata Asis sangat tergantung dari kesepakatan antara peserta dengan PKBM.

“Soal bervariasinya pembayaran peserta ujian terhadap PKBM saya kira tidak jadi masalah karena itu kesepakatan dari pihak PKBM yang bersangkutan. Dengan catatan kalau pembayarannya banyak, maka pelayanannya juga perlu ditingkatkan.

Biar sampai Rp5 juta pembayarannya yang penting pelayanan ditingkatkan,” terangnya.
Lanjut dia, biaya dari peserta tersebut digunakan untuk membiayai pembimbingan hingga ujian.
Legislator DPRD Bone, HA Suaedi SH MH menyayangkan adanya pembayaran yang tergolong besar pada peserta ujian paket C tersebut. “Ini mesti menjadi perhatian pihak terkait. Jangan seolah-olah ujian paket C dibisniskan. Kasian masyarakat,” kata Suaedi.

Click to comment
To Top