Unggul Segalanya, Elektabilitas NH-Aziz Tidak Terkejar – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Unggul Segalanya, Elektabilitas NH-Aziz Tidak Terkejar

RADARBONE.CO.ID_Makassar — Lembaga riset nasional INDex Indonesia merilis survei terbarunya mengenai potret Pemilihan Gubernur Sulsel 2018. Pada survei yang dilakukan menjelang pemungutan suara, pasangan nomor urut satu, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), terekam unggul segalanya pada Pilgub Sulsel 2018. Tingkat popularitas maupun elektabilitas pasangan nasionalis-religius mengalahkan tiga pesaingnya.

NH-Aziz memimpin tingkat keterpilihan atau elektabilitas mencapai 32,1 persen suara responden. Disusul Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) dengan elektabilitas 26,5 persen, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) 23,1 persen dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL) 5,9 persen. Adapun undicided voters atau masyarakat yang belum menentukan pilihan mencapai 12,4 persen.

Direktur Eksekutif INDex Indonesia, Andi Agung Prihatna, mengatakan pengumpulan data berlangsung rentang 11-18 Juni untuk memetakan peta elektoral menjelang pemungutan suara pada 27 Juni. Survei melibatkan 1.500 responden yang tersebar di 24 kabupaten/kota, dengan tingkat kesalahan atau margin of error 2,6 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei teranyar ini merupakan potret nyata pilihan publik pada hari pemilihan.

Agung menerangkan dengan besaran margin of error mencapai 2,6 persen, maka elektabilitas NH-Aziz relatif aman dari kejaran pesaingnya. Bila tidak ada kejadian besar dan suara dari pemilih yang belum menentukan sikap dapat terdistribusi normal, maka NH-Aziz diprediksi menjadi pemimpin baru Sulsel periode 2018-2023.

Kata Agung, secara logika dengan elektabilitas mencapai 32,1 persen, maka range tingkat keterpilihan NH-Aziz berada pada angka 29,5 persen hingga 34,7 persen. Adapun pesaing terdekatnya yakni NA-ASS dengan elektabilitas 26,5 persen, maka range tingkat keterpilihannya hanya 23,9 persen hingga 29,1 persen. Batas atas elektabilitas NA-ASS, sambung dia, tidak mencapai batas bawah elektabilitas NH-Aziz.

“Dari hasil survei terekam, semua kandidat mengalami peningkatan elektabilitas, trennya demikian. Untuk membaca elektabilitas, NH-Aziz berada pada rentang 29,5 persen-34,7 persen, sedangkan NA-ASS berada pada rentang 23,9 persen-29,1 persen. Melihat perkembangan kondisi, dimana arus undecided voters mengalir normal ke seluruh kandidat, maka NH-Aziz paling berpeluang menang,” ujar Agung, pada konferensi pers di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (22/6).

Agung mengimbuhkan potensi pertambahan suara dari NH-Aziz juga masih sangat besar. Itu tidak lepas karena popularitas NH maupun Aziz secara perorangan yang sangat tinggi. Di level calon gubernur, popularitas NH tertinggi mencapai 77,3 persen. Disusul Ichsan Yasin Limpo 72,5 persen, Nurdin Abdullah 65,9 persen dan Agus Arifin Nu’mang 57,2 persen.

Adapun popularitas calon wakil gubernur, Agung menyebut Aziz yang merupakan pasangan NH pun paling unggul. Popularitas Aziz bahkan mengalahkan Agus yang notabene adalah calon gubernur. Rinciannya yakni popularitas Aziz 64,5 persen, lalu diikuti Andi Mudzakkar 47,3 persen, Andi Sudirman Sulaiman 35,8 persen dan Tanribali Lamo 33,5 persen.

Kuasai Bugis

Dalam tiga periode melansir survei, INDex Indonesia merekam popularita dan elektabilitas seluruh kandidat cenderung naik. Itu berbanding lurus dengan menurunnya jumlah undicided voters. Sebagai gambaran, pada survei bulan Februari, elektabilitas NH-Aziz 24,9 persen. Lalu di survei bulan Mei, naik menjadi 30,1 persen. Di saat yang sama NA-ASS naik dari 19,2 persen ke 23,4 persen. Lalu IYL-Cakka naik dari 12,1 persen ke 18,9 persen. Sedangkan AAN-TBL naik dari 3,2 persen ke 5,1 persen.

Seiring waktu, Agung melanjutkan undicided voters terus terdistribusi merata ke empat pasangan calon. Jika situasinya serupa hingga hari pemungutan suara, maka NH-Aziz meraih peluang menang paling besar. “Mempertimbangkan distribusi undicided voters dan margin of error dari survei terbaru, suara NH-Aziz bisa antara 29,5 persen hingga di atas 34,7 persen,” Agung memprediksi.

Perolehan suara, menurut Agung, bisa berbeda jika ada pasangan lain yang mampu menguasai mayoritas undicided voters. “Namun melihat tren, suara mereka terbagi rata,” ujarnya.

Meski tidak mengungkap secara rinci peta suara di tingkat kabupaten/kota, INDex Indonesia dapat melihat keunggulan setiap kandidat berdasarkan geografis, kesukuan, dan kedaerahan. Kata dia, NH-Aziz menguasai elektabilitas tertinggi pada hampir semua kabupaten/kota dengan masyarakat berbahasa Bugis. Pesaingnya, NA-ASS unggul pada sebagian daerah perkotaan, sebagian wilayah Toraja, dan daerah yang berbahasa Makassar.

“Sedangkan IYL-Cakka dominan di Kabupaten Gowa dan Takalar, serta sebagian kawasan Luwu dan Toraja,” tuturnya.

Faktor Keunggulan

Survei teranyar INDex Indonesia tak merekam lebih dalam faktor alasan masyarakat Sulsel lebih banyak memilih NH-Aziz. Itu karena rentang waktu pengumpulan data yang relatif lebih singkat dibandingkan survei sebelumnya. Namun Agung menyebut faktor-faktor keunggulan para kandidat tidak jauh berbeda dengan yang terungkap pada laporan survei kedua pada Mei lalu.

Kala itu, INDex Indonesia menyebut NH-Aziz unggul berkat sejumlah faktor dominan dan paling banyak variabel pendorong. Pertama, NH-Aziz berhasil menampilkan diri sebagai orang yang baik, ramah dan sopan. Citra itu tercermin dari komitmen politik santun dan memberikan pencerahan demokrasi, termasuk menciptakan pilkada aman, damai, bersih dan bermartabat.

Kedua, pasangan ini unggul dalam hal program yang sangat diterima masyarakat karena sesuai kebutuhan. Selanjutnya, NH-Aziz berhasil menarik dukungan besar dari kantong-kantong pemenangan dengan melakukan pendekatan kedaerahan. Terakhir alias keempat, pasangan ini menuai dukungan massif berkat citra keagamaan, dimana kehadiran Aziz yang berlatar belakang tokoh agama menjadi magnet tersendiri bagi pemilih di Sulsel.

“Dukungan itu datang dari pemilih yang berdasarkan rasionalitas maupun yang berdasarkan ikatan emosional sosiologis,” ucap Agung.

Terlepas dari itu, massifnya dukungan NH-Aziz juga tidak lepas lantaran ditopang infrastruktur politik yang sangat tangguh. Mesin pemenangan pasangan ini sangat besar dan solid. Tercatat puluhan kepala daerah dan wakil kepala daerah ditambah pimpinan DPRD yang berada di barisan pemenangan NH-Aziz. Belum lagi ada ratusan legislator dan sekitar 100-an kelompok relawan.

Adapun tiga kandidat lain, Agung menyebut juga memiliki faktor dominan pendorong elektabilitas, tapi tidak sekuat NH-Aziz. AAN-TBL misalnya memiliki nilai tambah pada faktor pengalaman memimpin. Lalu, NA-ASS memiliki keunggulan pada kinerja baik dalam pemerintahan dan IYL-Cakka dipandang memiliki ikatan kekerabatan dengan pemimpin terdahulu ditambah pengalaman memimpin di level kabupaten. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top