UPT Bilang Tes Kesehatan dan Narkoba Tak Wajib – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

UPT Bilang Tes Kesehatan dan Narkoba Tak Wajib

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan, surat keterangan berbadan sehat (SKBS) dan surata keterangan bebas narkoba (SKBN) tidak diwajibkan dalam persyaratan penerimaan peserta didik baru tingkat SMA dan SMK.

Penegasan ini disampaikan Kepala UPT Pendidikan Wilayah Bone Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Drs
Andi Syamsu Alam, MPd menyusul banyaknya calon siswa yang mengurus surat keterangan berbadan sehat
di Puskesmas Watampone dan surat keterangan bebas narkoba di Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone.

Syamsu menegaskan di dalam juknis PPDB jenjang SMA/SMK yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi memang telah dicantumkan tes kesehatan dan tes bebas narkoba bagi peserta didik baru, namun sampai sejauh ini, kata dia belum ada kesepakatan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk pelaksanaan regulasi itu.

“Pada saat rapat di Disdik Provinsi, banyak yang mempertanyakan hal tersebut, mulai dari pelaksanaannya,
fasilitas yang akan digunakan karena mengingat jumlah siswa yang tidak sedikit. Namun jawaban yang kami
terima pada waktu itu, pihak provinsi yang akan bekerjasama dengan kabupaten,” bebernya.

Syamsu menambahkan sejauh ini, pihaknya belum pernah menginstruksikan kepada pihak sekolah untuk
memberlakukan persyaratan surat keterangan berbadan sehat dan surat keterangan bebas narkoba tersebut .

“Jadi kami tekankan, surat keterangan kesehatan dan surat keterangan bebas narkoba bukan hal yang wajib. Kami masih menunggu petunjuk terkait pelaksanaan tes kesehatan dan tes narkoba bagi peserta didik baru dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel,” tegas Syamsu.

Namun demikian, fakta di lapangan sejumlah sekolah telah mewajibkan calon siswa baru untuk mengurus surat keterangan berbadan sehat (SKBS) dan surat keterangan bebas narkoba (SKBN). Tak pelak, sejumlah fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas Watampone dan Klinik Bhayangkara diserbu calon siswa baru. Hal yang sama terjadi pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone.

Penelusuran yang dilakukan RADAR BONE, Senin, 10 Juli kemarin, menemukan sejumlah siswa mengurus SKBS dan SKBN. Parahnya lagi, pengurusan SKBS dan SKBN tersebut atas instruksi pihak sekolah. Salah satu calon siswa baru SMA Negeri 2 Watampone, Muhammad Fadhil B mengaku mengurus SKBS dan surat keterangan bebas narkoba atas perintah sekolah.

“Memang sudah penyampaian dari pihak sekolah, makanya kami urus secepatnya,” kata Fadhil.
Tak hanya itu, Fadhil juga diinstruksikan untuk mengurus SKBS dan SKBN pada klinik tertentu. “Saya diarahkan
ke Klinik Bhayangkara. Di sana biaya yang dibayar untuk memperoleh surat keterangan tersebut sebesar Rp150.000,” bebernya.

Hal serupa dialami calon siswa SMAN 4 Watampone Calon siswa di sekolah ini mengurus SKBS dan SKBN-nya di Puskesmas Watampone.  “Karena hal itu menjadi persyaratan, makanya saya ke puskesmas mengurusnya. Dan untuk memperoleh surat keterangan itu, saya membayar Rp125 ribu,” katanya.

Hanya saja, biaya pengurusan SKBS plus SKBN di Puskesmas Watampone bervariasi. Calon siswa lainnya, Nurul Auliyah membayar lebih rendah, yakni Rp120 ribu. “Tapi, kalau siswa itu memiliki kartu BPJS dan
KIS biayanya gratis. Sedangkan teman saya yang ambil di BNNK dikenakan biaya Rp100 ribu,” bebernya.
Calon siswa SMKN 1 Watampone juga mengalami nasib sama.

Mereka diwajibkan memperlihatkan surat keterangan berbadan sehat dan surat keterangan bebas narkoba saat pendaftaran ulang. Karenanya, dia pun langsung mendatangi BNNK Bone.
“Sebenarnya di dalam pengumuman pendaftaran ulang tidak ada disampaikan seperti itu, akan tetapi saya
mendapat informasi dari salah seorang guru, bahw SKBS dan surat keterangan bebas narkoba itu wajib dilampirkan,
makanya saya ke BNNK. Untuk memperpoleh itu saya bayar Rp98 ribu,” katanya.

Adanya instruksi pihak sekolah untuk melengkapi berkas pendaftaran dengan SKBS dan SKBN membuat
fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas Watampone, Klinik Bhayangkara hingga BNNK Bone panen. Informasi yang diperoleh dari BNNK Bone sedikitnya 320 siswa datang melakukan tes narkoba. Mereka berasal dari empat sekolah ternama di daerah ini, yakni SMAN 4 Watampone, SMKN 1 Watampone, SMAN 2 Watampone, dan SMAN 1 Watampone.

Salah satu petugas BNNK Bone, Safitri tak menampik adanya biaya yang dikenakan kepada calon siswa dalam mendapatkan surat keterangan bebas narkoba. Biaya itu, kata dia diperuntukkan sebagai biaya pengganti alat yang digunakan.

“Di sini sebenarnya kami tidak meminta biaya, akan tetapi hanya sebagai biaya pengganti alat yang kami pakai sesuai dengan harga di apotek, yakni Rp98 ribu,” tuturnya. Kepala Puskesmas Watampone drg Hj Syamsiar mengatakan biaya pemeriksaan kesehatan dan juga tes narkoba ditentukan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda). Dia merincikan surat keterangan dokter untuk kartu biayanya Rp4 ribu. Kemudian Format Keterangan Surat Keterangan Berbadan Sehat (SKBS) untuk anak sekolah biayanya Rp5 ribu.
Surat keterangan narkoba Rp10 ribu, tes buta warna Rp5 ribu, bahan narkoba Rp120 ribu.

“Jadi biayanya tergantung dari mereka. Kalau mau minta lengkap, maka biayanya juga lebih besar,”
imbuhnya.

*

To Top