Usai Diperiksa 4 Jam, Idrus Marham Langsung Ditahan KPK – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Usai Diperiksa 4 Jam, Idrus Marham Langsung Ditahan KPK

Idrus Marham saat akan masuk ke Mobil KPK. (ist)

RADARBONE.CO.ID–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Menteri Sosial Idrus Marham terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Idrus keluar sekitar pukul 18.20 WIB mengenakan rompi oranye KPK.

“Ditahan untuk 20 hari pertama di rutan (rumah tahanan) cabang KPK,” kata juru bicara KPK, Febry Diansyah dikutip dari jawapos.com, Jumat 31 Agustus tadi.

Idrus ditahan KPK setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka selama 4 jam oleh penyidik lembaga antirasuah.

Menanggapi penahanannya, Idrus mengaku akan mengikuti tahapan
yang akan dilakukan oleh KPK. Bahkan sejak awal Idrus mengaku sudah membuktikan dengan mundur dari jabatan Menteri Sosial.

“Saya menghormati seluruh proses hukum yang dilakukan oleh KPK dan saya dari awal menyatakan siap mengikuti seluruh proses-proses dan tahapan-tahapan yang ada,” ujarnya.

Orang dekat Setya Novanto ini pun pasrah terkait penahanannya tersebut. “Saya tahu setelah jadi saksi, jadi tersangka, pasti ada penahanan,” jelasnya.

Sebelumnya, Idrus telah ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat 24 Agustus lalu. Setelah KPK mengirim surat dimulainya perintah penyidikan (SPDP) kepada mantan Sekjen Golkar tersebut.

Dalam perkara dugaan suap proyek PLTU Riau-1, KPK terlebih dahulu menetapkan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka.

KPK menduga, dalam pengembangan penyidikan diketahui bahwa Idrus ikut membantu dan bersama-sama dengan Eni menerima suap. Adapun, Idrus dijanjikan uang 1,5 juta dollar AS oleh Johannes.

Idrus berperan mendorong agar Eni menerima uang Rp 4 miliar pada November dan Desember 2017, serta Rp 2,2 miliar pada Maret dan Juni 2018. Dari uang Rp 4 miliar tersebut disebut-sebut sebesar Rp 2 miliar mengalir ke Partai Golkar untuk pembiayaan Musyawarah Luar Biasa pada 19-20 Desember 2017.

Eni sendiri diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta yang merupakan bagian dari commitment fee 2,5 persen dari nilai proyek kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top