Usut Dugaan Kecurangan Pilkades Bainang! – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Usut Dugaan Kecurangan Pilkades Bainang!

PENULIS : ASKAR SYAM  – BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB—Pemilihan kepala desa (Pilkades) jilid II di Kabupaten Bone telah berlalu. Sebagian besar desa telah menentukan pemimpinnya untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Meski pelaksanaan pilkades di beberapa desa terdapat riak-riak yang muncul. Salah satunya, di Desa Bainang Kecamatan Palakka.
Di desa tersebut, beberapa pendukung calon kepala desa melaporkan adanya dugaan penggelembungan suara yang diduga dilakukan panitia pilkades, untuk memuluskan kemenangan salah satu calon kepala desa. Tak hanya itu, fakta terbaru terungkap, bahwa ada pemilih yang berasal dari luar Desa Bainang.

Ditemukan ada wajib pilih yang sekali masuk ke TPS membawa dua kertas suara pilihan. Ada juga yang masuk dua kali memilih. Dugaan permainan ini diperkuat bukti-bukti dan rekaman dari pihak salah satu calon.

“Terdapat selisih antara jumlah daftar pemilih dengan yang menyalurkan hak suaranya di TPS. Bahkan ada beberapa pemilih yang diduga menyalurkan hak pilihnya lebih dari satu kali,” ungkap Asman salah seorang kerabat calon kepala desa.
Warga lainnya, Asrianto mendesak aparat kepolisian me-ngusut dugaan kecurangan di Pilkades Bainang.

Menurutnya, ada dua poin kecurangan yang diduga dilakukan panitia pemilihan. Salah satunya, dugaan penggelembungan suara.
“Kita tidak ingin dengan kecurangan ini, menimbulkan permusuhan atau pertikain antar pendukung masing-masing calon kepala desa. Olehnya itu, pihak terkait kami harap segera turun tangan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari panitia pilkades setempat. Selain itu, beberapa warga juga melaporkan proses pencoblosan yang berlangsung hingga malam hari. Salah satunya di Desa Kading Kecamatan Awangpone. “Kenapa panitia dan camat masih memperbolehkan pencoblosan di Kading sampai malam. Ini jelas pelanggaran,” demikian bunyi pesan singkat yang masuk ke redaksi RADAR BONE, Rabu malam 7 Desember kemarin.

Sementara itu, beberapa desa hingga malam hari masih melakukan penghitungan suara, dikarenakan besarnya jumlah wajib pilih. Seperti di Desa Pattiro dan Pakkasalo Kecamatan Dua Boccoe.

Pemenang pilkades di dua desa tersebut baru bisa dipastikan setelah proses penghitungan suara berakhir sekira pukul 20.00 Wita.
Di Desa Selli Kecamatan Bengo, bahkan masih melakukan penghitungan suara sampai pukul 22.00 Wita lebih. Itu dikarenakan keputusan panitia pilkades ditingkat desa yang membatalkan hasil pencoblosan simetris. Padahal ketentuan dari panitia ditingkat kabupaten, suara yang dicoblos lebih dari dua kali, selama tidak mengganggu kotak pasangan lain, itu dinyatakan sah.
Barulah setelah tim pengawas beserta Camat Bengo turun ke lapangan, penghitungan ulang dilakukan.

Kepala Kabag Pemdes Setda Bone, Dr Andy MSi yang dikonfirmasi RADAR BONE Kamis 8 Desember kemarin, mengatakan aktivitas pencoblosan dan perhitungan suara yang berlangsung hingga malam hari, dinilai tidak masalah. “Kalau penyetoran surat panggilan itu memang hanya sampai Pukul 13.00 Wita. Tapi tentu pada saat disetor surat panggilanya itu tidak langsung dipanggil mencoblos, jika memang wajib pilih jumlahnya banyak. Makanya kalau sudah disetor surat panggilannya biar sampai malam, tidak ada masalah.
Andy mengatakan seluruh panitia telah dibekali, sehingga diyakini bisa melaksanakan proses pencoblosan hingga perhitungan suara bisa berjalan sesuai aturan.

Panitia Kabupaten Enggan Beberkan Perolehan Suara

Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten Bone belum bersedia membeberkan perolehan suara dari 141 desa yang menyelenggarakan pilkades serentak.  Ketua Tim Koordinator Pilkades Kabupaten Bone, Drs AM Yamin Tahir, MSi mengatakan sejauh ini pihaknya belum menerima data resmi dari panitia di tingkat desa yang diserahkan melalui Badan Permusyarawatan Desa (BPD).

“Data yang kita terima untuk sekarang belum bisa dibeberkan, karena data yang dikumpulkan itu hanya data melalui sms sehingga belum bisa dipertanggungjawabkan. Kecuali jika data itu sudah ada dari BPD ke Bupati Bone, maka sudah bisa dibeberkan,” ungkap Yamin kepada RADAR BONE, Kamis 8 Desember kemarin. Yamin mengatakan data resmi nantinya diserahkan BPD di masing-masing desa kepada Bupati Bone.

 

To Top