Utang Listrik SKPD di Bone Capai Rp2 Miliar – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Utang Listrik SKPD di Bone Capai Rp2 Miliar

ilustrasi

PENULIS : ASKAR SYAM – BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB—Belasan Satuan Kerja Pe-rangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Bone, menunggak listrik. Utang listrik tersebut tertuang dalam catatan atas laporan keuangan Tahun 2015 per 31 Desember pada poin daftar utang jangka pendek. Tidak tanggung-tanggung, total utang listrik pada 18 SKPD mencapai Rp2 miliar.

Utang listrik terbesar terdapat di Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DKPAD) Kabupaten Bone, yang totalnya mencapai Rp1,9 miliar lebih. Menyusul Dinas Kesehatan sebesar Rp41 juta.
Sementara SKPD yang terkecil utang listriknya, yakni Dinas Kesejahteraan Sosial, yang hanya sebesar Rp137.900 (Lebih lengkap-nya lihat grafis).

Diketahui catatan atas laporan keuangan Tahun 2015 saat ini te-ngah dikaji di DPRD Bone melalui rapat badan anggaran.
Anggota Banggar, H Saipullah Latief mengatakan, pembahasan tersebut akan dilanjutkan pada Senin 8 Agustus mendatang.
“Kemarin rapat diskors. Kita ingin cermati dulu setiap item yang termuat dalam draf laporan keuangan Tahun 2015,” ungkap-nya. Sebelumnya, Banggar DPRD Kabupaten Bone, telah menggelar rapat dengan tim anggaran peme-rintah daerah Kabupaten Bone, Senin 1 Agustus lalu.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Bone, Drs A Akbar Yahya MM, turut dihadiri Wakil Bupati Bone, Drs H Ambo Dalle MM, Kepala Dinas Pengelola Keua-ngan dan Aset Daerah (DKPAD), Drs Andi Fajaruddin dan beberapa pejabat SKPD lainnya.
Terpisah, Anggota Banggar DPRD Bone, HAM Amin Ma-ngunsara mengaku akan mempertanyakan soal besaran tunggakan listrik SKPD.

“Termasuk di rapat komisi nantinya. SKPD yang merupakan mitra Komisi I, tentu akan kita mintai penjelasannya, kenapa tunggakan listrik sampai sebesar itu. Begitupun di komisi lain, saya kira ini akan dipertanyakan juga,” pungkasnya.
Terkait utang listrik yang tercatat di DPKAD. Kabid Anggaran DPKAD Bone, A Hasanuddin mengatakan termasuk yang terbesar adalah utang listrik dari penerangan jalan umum (JPU). “Dikelola DPKAD yang terbesar pembayaran listrik adalah lampu jalan. Lampu jalan memang besar anggarannya itu. Mungkin tahun lalu, tidak cukup anggarannya sehingga jadi utang,” tutur pria yang akrab disapa Andi Daddi itu saat dihubungi RADAR BONE malam tadi.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bone juga tak menampik adanya utang listrik sebesar Rp41 juta tersebut. Kasubag Program dan Perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, H Rustang mengatakan utang tersebut merupakan utang rekening listrik 2015. Utang muncul, kata dia karena belanja listrik lebih besar dibanding dengan anggaran yang tersedia. Karenanya, untuk menutupi utang tersebut, pihaknya mengalokasikan anggaran di tahun 2016 untuk menutupi utang listrik dimaksud.

“Penggunaan listrik itu tidak menentu, sehingga tidak seimbang anggaran yang disediakan dengan pemakaiannya. Dimana hal seperti ini dianggarkan sebelum pemakaian, namun setelah pemakaian ternyata lebih besar pemakaiannya daripada anggaran yang telah disiapkan. Maka inilah yang menyebabkan terutang. Dinas Kesehatan sebenarnya sudah membayar, tapi anggaran yang disediakan pemda tidak cukup. Tapi ini sudah dianggarkan di tahun 2016 untuk menutupi kekurangan pada tahun 2015, sehingga pada tahun ini, Insya Allah akan terbayarkan,” kata Rustang saat dikonfimasi Jumat, 5 Agustus lalu.

*ASKAR SYAM

To Top