Utang PDAM Bone Diputihkan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Utang PDAM Bone Diputihkan

Nilainya Mencapai Rp11 Miliar

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone, menggelar rapat paripurna penyerahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) penyertaan modal terkait penghapusan utang PDAM dari pemerintah pusat dilanjutkan pandangan umum fraksi dan jawaban bupati atas pandangan umum fraksi, Kamis 22 September kemarin.
Dari data yang ada, total utang PDAM yang diputihkan mencapai Rp11.380.190.000.

Wakil Bupati Bone, H Ambo Dalle yang hadir pada rapat paripurna tersebut menyebutkan, perda penyertaan modal diperlukan bertujuan untuk penyelesaian utang PDAM kepada pemerintah pusat melalui cara hibah dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah sebagai penyertaan modal pemerintah daerah ke PDAM secara non kas, yang dikonversi dalam bentuk bantuan kepada PDAM.

“Untuk menganggarkan pendapatan hibah non kas dalam APBD, pemerintah daerah menyesuaikan target pendapatan hibah pada APBD perubahan Tahun Anggaran 2016,” jelasnya.
Sementara itu Direktur PDAM Bone, A Sofyan Galigo menyebutkan, utang PDAM tersebut tidak dibayarkan sejak tahun 1993. “Saat itu pinjaman pokok PDAM ke pemerintah pusat sebesar Rp2,8 miliar. Jadi setelah ditotal dengan bunga, utang PDAM keseluruhan mencapai Rp11 miliar lebih. Utang itu yang akhirnya diputihkan pemerintah pusat dalam bentuk bantuan hibah non kas,” ujarnya.

Saat ini, PDAM lanjut Sofyan telah memperoleh saldo sebesar Rp1,4 miliar.
“Namun pendapatan itu belum bisa dipungut sebagai PAD. Baru bisa masuk PAD ketika pendapatan PDAM mencapai Rp6 miliar atau 60 persen dari pendapatan. Sekarang kan pendapatan baru mencapai Rp15 persen,” jelasnya.
Pihak Kantor Wilayah Ditjend Perbendaharaan Provinsi Selatan, Roy juga membenarkan adanya pemutihan utang PDAM di seluruh Indonesia. Dia mengungkapkan ada 107 PDAM di tanah air yang diputihkan utangnya, termasuk 15 diantaranya PDAM yang ada di Sulsel.

“Utang PDAM dihibahkan ke pemerintah daerah. Selanjutnya pemda menyerahkan ke PDAM sebagai penyertaan modal. Jadi saham pemda,” jelas Roy di acara Capacity Building mengenai ekonomi moneter dan fiskal di yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia bekerjasama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan di Novena Hotel, Kamis 22 September kemarin.

*ASKAR SYAM

To Top