Viral, Warga di Kalero Kajuara Nekat Lawan Arus Deras Banjir Sambil Gotong Motor – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Viral, Warga di Kalero Kajuara Nekat Lawan Arus Deras Banjir Sambil Gotong Motor

RADARBONE.CO.ID_KAJUARA–Keterbatasan infrastruktur membuat warga Desa Kalero, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, nekat menyeberang arus sungai yang menghubungkan desa tersebut dengan ibu kota Kecamatan Kajuara. Dikutip dari akun facebook milik Sukman Bone, terlihat warga disana menggotong motor milik mereka, meski harus melawan arus sungai Kalero.

Meski harus bertaruh nyawa, warga disana tetap nekat menerobos luapan air sungai di desa tersebut, agar aktivitas mereka bisa berjalan seperti biasa. “Kalau tidak banjir, bisaji menyeberang motor sama mobil. Kecuali ketika banjir, terpaksa motor harus ditandu,” ujar Sabriadi kepada radarbone.co.id, Selasa 13 Juni 2017.

Keterbatasan infrastruktur, masih menjadi permasalahan mendasar di desa ini. Masyakat Kalero beberapa kali mengusulkan adanya pembangunan jembatan yang menghubungkan desa tersebut dengan ibu kota Kecamatan Kajuara.

Pasalnya, ketika banjir, warga tersebut terisolir. Kalaupun harus ke ibu kota kecamatan, warga harus memutar sejauh 30 km melalui jalur Salomekko atau Kecamatan Kahu. “Hanya jalur yang melintasi sungai tersebut yang dekat ketika menuju ibu kota kecamatan. Ketika musim hujan, warga tidak bisa melintas,” ungkap Anto warga setempat, kepada RADAR BONE beberapa hari lalu.

Legislator DPRD Bone, Bustanil Arifin Amry, turut membenarkan kesulitan yang dialami warga di desa tersebut.
“Setiap pelaksanaan musrenbang, pasti warga mengusulkan pengadaan jembatan karena memang itu kebutuhan dasar, prioritas dan mendesak bagi masyarakat,” ujar Bustanil.

Bayangkan kata Bustanil, warga harus memutar sejauh 30 kilometer untuk sampai ke ibu kota kecamatan, ketika sungai itu tidak bisa dilintasi mobil maupun sepeda motor.

Belum lagi kata dia, perekonomian masyarakat terhambat dan aktifitas warga termasuk guru dan siswa tidak bisa ke sekolah.“Jadi praktis, ketika musim hujan dan air di sungai itu meluap, 1800 penduduk disana, terisolir,” tutupnya.

*

Click to comment
To Top