Waduh, Pembangunan Kampus II STAIN ‘Jalan di Tempat’ – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Waduh, Pembangunan Kampus II STAIN ‘Jalan di Tempat’

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE– Pihak Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Watampone menggelar Forum Group Discussion (FGD) khusus membahas Pembangunan Gedung Dosen, Gedung Kuliah dan Gedung Laboratorium Terpadu, Selasa 31 Oktober di salah satu hotel Jl Jend A Yani Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Tiga narasumber dihadirkan masing-masing, Kajari Bone M Natsir Hamzah SH, Ketua TP4D A Satya Adhi Cipta SH, dan Anggota TP4D Adnan Hamzah juga dihadiri Ketua STAIN Watampone Prof Dr A Nuzul MHum, Pejabat Pembuat Komitmen, Dr H Abubakar bersama kontraktor, konsultan, dan tim teknis.

Dalam pertemuan ini sesuai pemaparan Tim Teknis, dari tiga item pekerjaan yang dikerja tiga kontraktor berbeda ternyata terdapat deviasi dengab minus diatas 10 persen.

Misalnya saja untuk Gedung Perkuliahan yang ditangan PT Indo Dhea Internusa, sesuai pemaparan Tim Konsultan dari PT Global Madanindo Konsultan melalui Ashadi membeberkan jika pihaknya telah melayangkan enam surat teguran kepada kontraktor agar mempercepat progres pekerjaan.

“Dalam surat teguran terakhir kami, pada minggu XXVI 16-22 Oktober 148 hari kerja atau 70,48 persen dari 210 hari kerja, bobot rencana ditargetkan 61,65 persen namun bobot realisasi hanya 33,34 persen atau terjadi deviasi hingga -28,31 persen,” bebernya.

Terkait dengan minimnya progres pekerjaan gedung kuliah ini, salah seorang tukang, Lukman mengaku jika pembayaran upah dari pekerjanya tidak teratur.

” Perjanjiannya, upah kami dibayar setiap dua minggu sekali. Tapi untuk Oktober ini terlambat. Bahkan sudah tanggal 31 tapi upah kami untuk tahap II Oktober belum dibayar,” keluhnya.

Mendengar pemaparan tersebut, Kajari Bone M Natsir Hamzah SH pun menegaskan jika masalah ini harus segera ditemukan solusinya.

“PPK yang punya kewenangan dan seharusnya setelah ada teguran dari konsultan deviasi menurun. Bukan malah meningkat. Deviasi dari -10 persen maka seharusnya sudah ada kesimpulan tegas yang diambil,” ungkapnya.

Sayangnya Direktur Utama PT Indo Dhea Internusa, Gunawan tidak hadir dalam pertemuan.

Pihak rekanan yang mewakilinya, Edi mengungkapkan jika keterlambatan pekerjaan disebabkan pihak pimpinannya yang tidak punya plan di lapangan.

“Tidak ada komunikasi dari pimpinann kami bagaimana plan mereka sehingga kami hanya bekerja sebisanya saja memanfaatkan materi yang ada. Ketika materi habis terpaksa kami stop lagi,” ungkapnya.

Dalam FGD ini sekaligus dibahas
Pembangunan Gedung Dosen yang ternyata juga mencapai deviasi hingga -42,27 persen, juga pembangunan gedung laboratorium yang progressnya lebih melaju dibanding dua gedung lain.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top