Wah Kepala Tata Usaha SMAN 2 Bone Akui Terima Pemberian Siswa – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Wah Kepala Tata Usaha SMAN 2 Bone Akui Terima Pemberian Siswa

PENULIS : RISNAWATI

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Pihak SMA Negeri 2 Watampone menyatakan tak ada pemotongan dana PIP milik siswa.  Melainkan hanya pemberian bersifat sukarela  yang tidak terkoordinir. Kepala Bagian Tata Usaha SMA Negeri 2 Watampone, Juhera SSos mengungkapkan jumlah siswa yang menjadi penerima dana PIP tahun 2017 sebanyak 170 siswa. Angka ini jauh meningkat dibanding penerima 2016 yang cuma berjumlah 108 siswa.

Namun demikian, kata Juhera tak semua siswa menerima dana tersebut, karena berbagai kendala, seperti siswa penerima sudah drop out (DO) dari sekolah. “Jumlah siswa yang menerima bantuan pada 2016 dan 2017, tidak semuanya menerima.

Karena ada beberapa kendala yang dialami seperti ada siswa yang di DO tidak bisa cari. Selain itu ada juga siswa yang sudah tamat dan tidak bisa didapat orangnya. Ini tidak mutlak menerima, karena ada yang susah dihubungi. Bagi yang tidak menerima bantuannya dikembalikan ke negara karena kita juga tidak bisa ambil, karena harus diambil langsung oleh orangnya,” tutur Juhera.

Ditambahkan Juhera, besaran dana PIP yang diterima siswa juga bervariasi. Untuk kelas I dan III misalnya, jumlah dana yang diterima Rp500 ribu. Sedangkan siswa kelas II menerima Rp1 juta per siswa.

Terkait dugaan pemotongan dana PIP milik siswa sebesar Rp50 ribu, Juhera menegaskan, bahwa itu bukan pungutan. Melainkan bentuk ucapan terima kasih siswa.

“Tapi bagaimana misalnya kalau ada salah satu yang memberi. Nakasiki baru mau juga nacerita, apa namanya itu. Saya juga tidak tahu itu anak-anak, ikhlas kah kasiki atau bagaimana?,” terang Juhera saat ditemui RADAR BONE, Selasa, 16 Mei kemarin.

Lebih jauh Juhera menyatakan, bahwa siswa yang membocorkan pemberian itu tergolong kikir dan tidak ikhlas.
“Kadang memang ada anak-anak yang menerima (Dana PIP), memberi ucapan terima kasih. Mungkin ada ikhlas dan mungkin juga ada yang tidak ikhlas. Jadi itumi yang jengkel, tapi kami tidak ambil juga kalau jengkel,” bebernya.

Diakui Juhera ucapan terima kasih siswa juga dilakukan dalam bentuk pemberian kue untuk dikonsumsi bersama.
“Memang ada anak-anak yang sudah menerima dana, membelikan kue kepada kami sebagai ucapan terima kasih, dan kami makan bersama di sini,” paparnya.

Pegawai TU, Agustan yang disebut-sebut mendampingi sekaligus mengarahkan siswa untuk menyetor Rp50 ribu, membantah hal itu. “Saya hanya mengarahkan anak-anak. Tidak ada yang saya tahu masalah pungutan itu,” tambah Agustan yang tak lain adalah suami Juhera.

Kepala Sekolah SMAN 2 Watampone, Drs Haedar menegaskan tak ada perintah dan instruksi dari dirinya sebagai kepala sekolah atas dugaan pemotongan dana PIP tersebut. “Intinya uang itu diterima di bank oleh siswa. Jadi pungutannya dimana, kalau ada seperti itu kita kasi kembali saja semua. Sudah juga dilakukan koordinasi ke pihak TU katanya tidak ada seperti itu,” jelas Haedar
Penegasan serupan disampaikan Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Watampone, Sukri. “Tidak ada perintah dan intruksi dari atasan soal itu (Dugaan pemotongan dana PIP),” kuncinya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah siswa mengakui adanya pemotongan dana PIP yang baru diterima di bank. Diakui siswa, dana memang diterima langsung oleh siswa di bank. Tapi setelah dana cair, oknum pegawai TU yang mendampingi siswa ke bank mengarahkan siswa untuk menyetor Rp50 ribu ke bagian TU.

“Kami juga tidak tahu apa alasan pihak TU melakukan pemotongan terhadap bantuan PIP yang kami terima. Saya terima di bank Rp1 juta, setelah saya terima, Rp50 ribu kami disuruh kumpul di bagian TU,” ungkap IA, salah seorang siswa penerima dana PIP.

Sebenarnya hal sudah diadukan siswa ke pihak sekolah, namun tak pernah direspon. “Kami juga tidak tahu apa alasan pihak sekolah melakukan hal itu,” ungkap SN, penerima dana PIP lainnya.

Click to comment
To Top