Wah Parah, Miliki KKS Warga ini Di Bone Tak Terima Bantuan PKH – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Wah Parah, Miliki KKS Warga ini Di Bone Tak Terima Bantuan PKH

PENULIS : RISNAWATI

RADARBONE.CO.ID_CINA–Camonro adalah salah seorang warga Desa Abbumpungeng, Kecamatan Cina yang memiliki kartu perlindungan sosial (KPS) dan sebelumnya terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Hanya saja, belakangan nama Camonro tak lagi tercatat sebagai penerima bantuan setelah KPS berubah menjadi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Semenjak perubahan kartu itulah Camonro tak pernah lagi menerima bantuan PKH.

“Dulu waktu kartu kuning itu (KPS), saya menerima namun setelah berubah menjadi kartu merah (KKS), sudah tidak menerima lagi,” kata Camonro saat dikonfirmasi RADAR BONE, Senin, 27 November lalu.

Wanita ini tidak mengerti kenapa dirinya bisa hilang dari daftar penerima bantuan PKH. Sejauh ini, kata Camonro dirinya tidak pernah mendapat pemberitahuan dari pemerintah setempat jika dirinya sudah dicoret.

“Mungkin saya tidak menerima, karena sudah ada kartu baru berwarna merah. Nah, pemegang kartu merah itulah yang menerima bantuan sekarang, sedangkan saya tidak punya kartu itu. Saya punya kartu merah tapi tertulis tiga nama di dalamnya yakni kepala rumah tangga, nama pasangan kepala rumah tangga, dan nama salah satu anak. Sedangkan yang kartu merah baru itu hanya memuat satu nama, yakni orang yang menerima langsung bantuan itu. Jadi, sampai saat ini tidak pernah lagi ada panggilan,” bebernya.

Camonro menegaskan dirinya layak menerima bantuan PKH. Kondisinya saat ini, lanjut dia sesuai dengan persyaratan penerima bantuan PKH, salah satunya berusia lansia dan hidup sendiri,” tuturnya.
Warga lainnya bernama Sale juga mengalami nasib serupa. Dirinya dicoret dari daftar penerima bantuan PKH tanpa ada pemberitahuan.
“Saya juga tidak pernah menerima, setelah adanya pergantian kartu itu dan juga tidak pernah ada panggilan sama sekali,” ujar Hale.
Koordinator PKH Kabupaten Bone, Baskar mengakui adanya pergantian kartu bagi penerima bantuan PKH.
“Kartu kuning itu berganti menjadi KKS. Itu pengganti kartu Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kalau PKH itu kan lain dan programnya lain, PKH itu bukan yang mengelola BLT, maksudnya penerima PKH ini memang sumber datanya langsung dari BDT, hasil pencacahan yang dilakukan oleh statistik, jadi statistik yang melakukan pencacahan data yang disahkan oleh LP2K kemudian itu lah yang diambil data untuk calon peserta PKH,” jelas Baskar.
Lanjut dia, kalau penerima PKH sebelumnya, kemudian tahun ini tidak menerima diperkirakan sudah tidak tercover dalam pencacahan yang dilakukan BPS. Dengan kata lain, ada warga yang lebih layak dari pemilik kartu sebelumnya. “Jadi mungkin waktu pencacahan yang dilakukan oleh BPS pada waktu itu, keluarga ibu tersebut lebih di atas dari pada yang lainnya,” jelasnya.
Soal Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), kata Baskar terdapat dua jenis KKS dan warnanya sama, yakni satu KKS untuk bantuan langsung tunai (BLT) kemudian ada juga KKS untuk penerima bantuan PKH. “Tapi KKS penerima bantuan PKH satu paket dengan ATM. Makanya itu ada beberapa warga miskin yang mempertanyakan kartu yang dipegang,” kunci Baskar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top