Wah, Parpol Mulai ‘Bergerilya’ – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Wah, Parpol Mulai ‘Bergerilya’

Koalisi Usung Cabup di Pilkada

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB–Komunikasi antar partai politik (Parpol) di Kabupaten Bone mulai intens jelang Pilkada Bone. Penjajakan untuk koalisi mulai aktif dilakukan para pengurus partai politik.  Sekretaris DPD PAN Bone, Herman ST mengakui pentingnya koalisi parpol mengusung pilkada. “Tentu PAN tidak bisa mengusung calon sendiri, karena jumlah kursi yang tidak memenuhi persyaratan mengusung,” ujar Herman.

PAN lanjut dia, tetap akan membangun komunikasi dengan parpol lain, untuk mengusung calon potensial. PAN tegas Herman, siap menyodorkan calon potensial diusung di pilkada.  “Sisa kesiapan mereka, kalau siap tentu mesin partai akan bekerja maksimal memenangkan,” ujarnya.

Sementara Gerindra juga menjagokan kader maju di Pilkada Bone. Meski sejauh ini belum ada nama yang ditonjolkan, namun Gerindra optimis mampu mengusung kader di pesta demokrasi lima tahunan di Bone.
“Gerindra tentu akan mengusung. Kita tetap prioritaskan kader. Saat ini, kita masih melakukan survey,” ungkap Ketua DPD Gerindra Bone, Ishak SH.

Gerindra menyadari jumlah kursi di DPRD Bone tidak mencukupi untuk mengusung calon sendiri. Karena itu, tentu Gerindra tentu membutuhkan koalisi dengan partai lain. “Hal tersebut juga nantinya akan menjadi pertimbangan, partai mana yang akan diajak berkoalisi dan siapa figur nanti yang akan kita usung,” tambah Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bone, H Ramang.

Terpisah, pengamat politik Ali Anas menilai, kapasitas partai politik diuji. Khususnya membangun kualitas demokrasi melalui pesta demokrasi Pilkada Bone.

“Logikanya sederhana, apabila salah memilih figur maka akan berdampak terhadap citra partai,” ujarnya kepada RADAR BONE, Senin 20 Maret kemarin.

Di era demokratisasi saat ini lanjut Ali Anas, dibutuhkan komitmen pendidikan politik dan itu wajib dilaksanakan partai politik. “Setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan jika kita ingin kualitas demokrasi. Pertama pendidikan politik yang baik bagi masyarakat, figur yang lahir dari aspirasi masyarakat dan peraturan perundang-undangan dalam hal ini undang-undang parpol,” jelasnya.

Selama ini ada beberapa partai yang sudah cukup dewasa dalam melakukan penjaringan figur seperti PAN, Golkar, Gerindra, PDI Perjuangan dan beberapa partai lainnya, namun gagal di pilkada.

“Seperti yang terjadi di pilkada Takalar itu adalah bentuk kegagalan partai besar tersebut melakukan penjaringan. Sokongan besar terhadap incumbent yang justru menuai kekalahan. Bukan karena adanya dua kekuatan besar yang bermain tetapi ini bukti bahwa ada ketidak cermatan memilih figur,” tegasnya.

*askarsyam

Click to comment
To Top