Wah Serapan Anggaran Rendah. Kinerja SKPD Lamban??? – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Wah Serapan Anggaran Rendah. Kinerja SKPD Lamban???

ilustrasi

WATAMPONE, RB—Serapan anggaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) masih tergolong cukup rendah. Padahal, tak lama lagi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan masuk ke meja DPRD untuk dibahas. Sejauh ini, realisasi anggaran SKPD di lingkungan Pemkab Bone baru berkisar 11,51%.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pe-ngelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Bone, terungkap total anggaran yang dikelola oleh SKPD sebesar Rp2.086.928.808.799. Namun hingga April 2016, realisasi anggaran yang tercermin dari realisasi surat perintah pembayaran dana (SP2D) yang dikeluarkan pemerintah daerah baru sebesar Rp240.267.764.546 atau realisasi 11.51%. Dengan demikian, masih tersisa dana yang belum cair Rp1.846.661.044.253.

Kepala Bidang Akuntansi DPKAD Bone, Andi Husnani mengatakan data tersebut masih bersifat sementara. Mengingat sebagian SKPD belum diinput datanya untuk bulan April. Terkhusus, data untuk Januari hingga Maret, kata Nani panggilan akrab wanita ini sudah dinyatakan riil.

“Ini masih data sementara. Karena masih banyak yang bolong-bolong datanya di bulan April,” jelas Andi Husnani. Menurut Husnani angka realisasi serapan anggaran SKPD ini masih akan berubah jika data seluruh SKPD untuk April telah diinput.
Rendahnya serapan anggaran SKPD ini menjadi perhatian kala-ngan dewan. Wakil ketua Komisi I DPRD Bone, H Saipullah Latief mengaku heran dengan rendahnya daya serap anggaran SKPD.

Rendahnya penyerapan anggaran kata dia, bisa saja menjadi preseden buruk atas kinerja peme-rintah daerah. “Jangan sampai penyerapan yang rendah itu nanti akan berdampak pada pengurangan bantuan dari pusat,” terangnya.
Saipullah mencontohkan serapan anggaran beberapa instansi. “Misalnya di KONI, dimana masing-masing cabor saat ini berteriak karena belum mendapatkan anggaran pembinaan dari induk organisasi olahraga itu. Saya kira bukan hanya KONI, namun beberapa instansi lainnya di Bone juga menunjukkan serapan anggaran yang belum maksimal. Ini sekaligus menunjukkan kinerja SKPD lamban,” imbuhnya tanpa menyebut intansi yang dimaksud.

Senada diungkapkan Anggota DPRD Bone lainnya, Bustanil Arifin Amri. Bustanil menegaskan dirinya tidak bisa memahami dimana letak permasalahan sehingga menjadi kendala bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk melakukan kegiatan sesuai dengan rencana yang telah diprogramkan sebelumnya.

“Nah dimana letak masalahnya. Ini yang kami belum tahu. Apa harus menunggu ins-truksi semua?,” katanya.
Bustanil juga mendorong pemerintah daerah dalam merancang kegiatan berikutnya, yang benar-benar bertujuan untuk pencapaian kualitas dan memberikan rasa pembangunan yang adil bagi seluruh masyarakat. “Jangan sampai pembangunan hanya terkesan terpusat di satu daerah saja,” kuncinya.

askarsyam

Most Popular

To Top