Katanya Buaya Yang Muncul Kembaran Manusia – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Katanya Buaya Yang Muncul Kembaran Manusia

Warga berkumpul di pinggir sungai menyaksikan buaya yang muncul ke permukaan beberapa waktu lalu.

 “Kasir bermukim di Dusun Tallewo Desa Tawaroe Kecamatan Dua Boccoe, karena menikahi seorang gadis setempat sekira dua tahun lalu. Sejak saat itu pula seekor buaya kerap menampakkan diri ke permukiman penduduk”

Seekor buaya yang muncul di Dusun Tallewo, Desa Tawaroe Kecamatan Dua Boccoe, Sabtu malam, 24 September lalu,
dipercaya sebagai kembaran manusia.

HERMAN, Dua Boccoe

Buaya itu kerap muncul ke permukiman penduduk untuk sekadar bertemu dengan keluarganya yang bermukim di desa tersebut.
Kemunculan buaya yang diperkirakan memiliki panjang tiga meter itu menimbulkan reaksi yang beragam dari masyarakat.
Ada yang menilai, kemunculan sang buaya pertanda akan datangnya musibah banjir. Namun sebagian berpendapat, bahwa buaya tersebut merupakan kembaran manusia.

Keyakinan itu didasari sejak adanya warga bernama Kasir bermukim di Dusun Tallewo Desa Tawaroe Kecamatan Dua Boccoe, karena menikahi seorang gadis setempat sekira dua tahun lalu. Sejak saat itu pula seekor buaya kerap menampakkan diri ke permukiman penduduk.

Kepada penulis, Kasir pun tak menampik hal itu. Warga asal Desa Kampubbu Kecamatan Cina itu mengakui, bahwa sang buaya adalah kembaran kakeknya.  “Dia kakek saya. Sebelum muncul kepermukaan memang sering bertemu saat sedang mandi di sungai,” tutur Kasir kepada penulis, kemarin.

Kasir mengatakan, selain kerap naik ke permukiman penduduk dan berbaur dengan warga. Buaya tersebut jinak terhadap warga, khususnya kepada Kasir sekeluarga.  “Biasa kalau datang ke rumah. Hanya sampai ditangga, kalau sudah disuapi telur turun lagi ke sungai,” cerita Kasir.

Kasir menjamin, sang buaya tidak akan mengusik penduduk setempat jika tidak diganggu.
“Selama tidak diganggu, tidak mungkin menyerang manusia dan barang-barang milik mereka,” tegasnya.
Salah seorang warga setempat, Chahril mengatakan buaya tersebut sudah dua tahun menampakkan diri, namun baru tahun ini muncul di permukaan. Tahun lalu, kata dia umumnya ditemukan warga di sungai. Aneh-nya, sambung Chahril, buaya itu muncul setelah Kasir yang berasal dari Desa Kampubbu, Kecamatan Cina, menikah de-ngan penduduk setempat.

Selain itu, buaya raksasa yang memiliki panjang sekira tiga meter tersebut selalu muncul tak jauh dari kediaman Kasir.
“Baru dua tahun muncul itu buaya, setelah ada orang dari Kecamatan Cina menikahi tetangga saya,” ujarnya.
Semua warga yang berdomisili di Dusun Tallewo, Desa Tawaroe, Kecamatan Dua Boccoe sudah sudah memaklumi keberadaan buaya tersebut dan tidak akan menyerang jika tidak diganggu.

“Semua warga mengerti karena mereka sudah menyaksikan keluarga Kasir memberi makan buaya dengan cara disuapi. Bahkan ada kemanakan Kasir bernama, Randi masih berusia 14 tahun, kalau buaya sedang buka mulut dia menyuapi telur dengan cara dikasi masuk tangan di mulutnya. Nanti mulut buaya itu tertutup setelah tangan, Randi dikasi keluar,” cerita Chahril.

Chahril mengaku kaget waktu pertama kali mendengar pengakuan dari Kasir, bahwa dia kerap memegang kepala buaya tersebut ketika sedang mandi di sungai. “Dia pernah cerita, biasa kalau ke sungai mandi. Dia sempat mengusap-usap kepala buaya sambil berenang bersama,” tu-tupnya.

(*)

To Top