Warga Desa Mattoanging di Bone Keluhkan Tarif Listrik. Ramai-ramai Mengadu Ke Kades – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Warga Desa Mattoanging di Bone Keluhkan Tarif Listrik. Ramai-ramai Mengadu Ke Kades

Warga Desa Mattoanging, Kecamatan Tellu Siattinge memperlihatkan rekening listrik mereka .

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Sejumlah warga Desa Mattoanging Kecamatan Tellu Siattinge mendatangi rumah kepala desa setempat untuk mengadukan kenaikan tarif listrik di rumah mereka.

Salah seorang warga, H Muh Ressa mengungkapkan sejak April lalu, pembayaran listrik di rumahnya meningkat setiap bulan. Dia membeberkan pada bulan April tagihan listrik yang harus dibayar sebesar Rp115.000. Kemudian pada Bulan Mei meningkat menjadi Rp163.000. Disusul Juni Rp 183.000 dan Juli membengkak hingga Rp227.067.

“Tiap bulan naik terus, dan sekarang tagihan listrik saya sudah mencapai Rp 227.000. Kami warga kurang mampu merasa keberatan atas kenaikan tarif listrik tersebut. Kami berharap semoga pemerintah memperhatikan nasib kami, kata Ressa.

Ressa mengakui mengaku tidak tahu penyebab kenaikan pembayaran listrik di rumahnya. Pasalnya, pemakaiannya biasa-biasa saja sebagai pelanggan kategori warga kurang mampu.

Kepala Desa Mattoanging, H Abustan menyatakan kaget atas kenaikan tarif pembayaran listrik warganya tersebut.
Pasalnya, Ressa dan kawan-kawan, kata Abustan merupakan warga tergolong kurang mampu di desanya.

“Wajarlah mereka kaget karena rata-rata masyarakat kurang mampu, bahkan ada juga masyarakat yang tergolong mampu juga merasa kaget dengan tarif yang dibayarnya,” jelas Abustan kepada RADAR BONE, Senin, 31 Juli kemarin.

Diakui Abustan, warga sudah mengadu ke PLN, namun hasilnya tidak menggembirakan bagi warga.
“Mereka sudah ke PLN, akan tetapi katanya ini sudah menjadi peraturan pemerintah dan nantinya juga ada pengurangan bagi mereka yang tidak mampu.

Dalam kunjungan ke PLN, mereka juga diberikan pemahaman agar menghemat pemakaian listrik, terutama pada pukul 06.00 Wita sampai Pukul 20.00 Wita. Padahal kalau jam segitukan masyarakat membutuhkan listrik atau penerangan,” kunci Abustan.

*

To Top