Warga Didesak Perekaman, Tapi Jaringan Tak Mendukung – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Warga Didesak Perekaman, Tapi Jaringan Tak Mendukung

Simalakama KTP Elektronik

PENULIS : BAHARUDDIN 

WATAMPONE, RB—Target pemerintah untuk menuntaskan perekaman KTP elektronik (E-KTP) akhir Desember nanti, sepertinya sulit tercapai. Betapa tidak, jaringan pengiriman data penduduk ke server pusat di Kemendagri terus terganggu. Akibatnya, sedikitnya 4.382 warga yang telah melakukan perekaman data hingga kini belum mengantongi KTP elektronik.

Pemerintah Kabupaten Bone telah menggelar rapat kerja daerah untuk mempercepat perekaman kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) dan akta kelahiran. Pemkab menargetkan perekeman E-KTP rampung pada Desember mendatang.
Seluruh stakeholder terkait dikumpulkan mengikuti rakerda yang dibuka Wakil Bupati, Drs H Ambo Dalle MM di Gedung PKK, Rabu 21 September lalu. Mulai dari kepala desa, lurah, camat, pihak Dinas Kesejahte-raan Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan RSUD Tenriawaru turut dihadirkan dalam pertemuan tersebut.

Mereka diharapkan mendukung percepatan perekaman E-KTP yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Maklum, dari 922.334 jiwa penduduk Bone. Sebanyak 671.919 jiwa diantaranya masuk kategori wajib KTP. Kemudian dari seluruh warga yang wajib KTP tersebut, baru 513.860 diantaranya yang sudah melakukan perekaman E-KTP (Keadaan sampai 27 September).

Dengan demikian, masih tersisa 158.059 penduduk yang belum perekaman E-KTP. Sayangnya warga yang telah melakukan perekaman, tidak otomatis bisa mengantongi KTP elektronik. Mereka harus menunggu tanpa kepastian. Ini terjadi karena sistem jaringan pengiriman data dari pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ke server Kemendagri atau yang dikenal Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) terus terganggu. Setidaknya, hingga tanggal 29 September lalu, tercatat 4.382 warga yang sudah melakukan perekaman data, tapi KTP elektro-niknya belum tercetak.

Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Bone, Drs HA Amda MH kepada RADAR BONE Kamis 29 September lalu, mengungkapkan hal itu terjadi disebabkan jaringan kurang mendukung. Pada saat perekaman, jaringan tidak bagus, KTP tidak berhasil dicetak. Tapi ada juga warga yang beruntung. Saat perekaman berlangsung bertepatan kondisi jaringan bagus, sehingga KTP-nya tercetak.
Kendati demikian, Amda menyatakan pihaknya tetap ber-upaya untuk mencapai target, yakni tuntas pada Desember mendatang.

“Tapi untuk merampungkan perekaman ini sampai dengan Desember tetap digenjot terus, supaya target itu bisa terealisasi sesuai dengan yang diharapkan. Meskipun program nasional itu ada penambahan waktu sampai dengan pertengahan 2017. Tapi kami tetap berupaya rampung pada akhir tahun ini,” jelasnya.

Kepala Bidang Data dan Informasi Disdukcapil Bone, A Sriyulita menambahkan, selain terkendala jaringan yang tidak mendukung, pihaknya juga me-nemukan data ganda.
“Karena sudah melakukan perekaman di daerah lain atau ditempat yang lain sebelumnya, sehingga kita temukan data ganda yang berjumlah 4.314 orang. Kalau sudah melakukan perekaman sebelumnya, maka tidak bisa tercetak, karena terdeteksi di komputer, meskipun yang bersangkutan mengaku belum pernah merekam,” ungkap Sriyulita.
Dia menegaskan warga sudah melakukan perekaman sebelumnya, data akan muncul dengan sendirinya di komputer. ‘Ketika sudah didata, tentu muncul bukti kalau sudah merekam, sehingga tidak bisa merekam kembali, karena nomor NIK tidak bisa diubah,” terangnya.

*ASKAR SYAM

To Top