Warga Enggan Periksa Hewan Kurban – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Warga Enggan Periksa Hewan Kurban

ilustrasi

PENULIS : AGUSTAPA

WATAMPONE, RB—Meski Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi sudah mengeluarkan surat edaran terkait pemeriksaan hewan kurban jelang pemotongan. Tapi masyarakat masih saja enggan melapor. Ini dibuktikan dengan minim-nya warga yang melaporkan hewan kurban yang akan dipotong di Dinas Peternakan dan Kementerian Agama Kabupaten Bone.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Peternakan Kabupaten Bone, tercatat baru enam ekor sapi yang diperiksa petugas disnak.
“Sampai hari ini baru enam ekor yang diperiksa,” tutur drh Aris Handono, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bone, Kamis 8 September lalu.

Aris mengatakan pemeriksaan hewan kurban harus didukung partisipasi masyarakat untuk melaporkan hewan kurban tersebut kepada petugas peternakan. Aris menegaskan pihaknya telah membentuk tim yang akan bertugas melakukan pemeriksaan hewan kurban milik masyarakat atau instansi.“Karena kita juga tidak tahu persis hari ini siapa yang akann berkurban. Dari surat edaran bupati dapat dilihat, bahwa isinya itu menyampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat yang mau melaksanakan kurban untuk melaporkan kepada kami. Kalau sudah melaporkan nanti ada tim yang kami turunkan untuk me-ninjau langsung,” jelasnya.

Pemeriksaan hewan ternak, menurut Aris ada dua, yakni sebelum dipotong dan setelah dipotong. Sebelum dipotong, untuk memastikan hewan ternak dalam kondisi sehat, lincah, nafsu makan bagus, mata bersih bersinar dan tidak ada cacar. Kemudian setelah dipotong, akan dilihat isi dalam hewan kurban tersebut, apakah ada kerusakan organ dalam atau tidak. “Sebenarnya, ukuran sehat bagi hewan itu hanya petugas yang tahu, dengan cara tahapan pemeriksaan tersebut di situlah dilihat apakah hewan kurban tersebut layak konsumsi atau tidak,” bebernya.

Laporan yang masuk ke Kementerian Agama (Kemenag) Bone juga minim. Sejauh ini baru empat kelompok yang melaporkan jumlah hewan kurban yang dipotong pada Hari Raya Idul Adha.
Adapun keempat kelompok yang dimaksud, yakni SMPN 1 Watampone sebanyak 3 ekor sapi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone 5 ekor sapi, Nurul Hamirah sebanyak 4 ekor sapi dan Masjid Al-Markas Al-Ma’rif sebanyak 12 ekor sapi.

Kasi Bimas Kementerian Agama Kabupaten Bone Taufik Raden kepada RADAR BONE, Jumat, 9 September mengimbau masyarakat agar segera melaporkan hewan kurban yang dipotong. “Pemeriksaan kesehatan hewan kurban perlu dilakukan sebelum pemotongan. Pemeriksaan dilakukan oleh jajaran Disnak, yaitu Ir Mawardy, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh Hj Conny Liestriherayani, Kepala Poskeswan Tibojong, Kaharuddin, SPt Kepala Seksi Kesejahte-raan Masyarakat Veteriner dan Hj. Herna Staf Kaswan,” terangnya.

Kegiatan berkurban di Bone sesungguhnya cukup tinggi. Setidaknya, berdasarkan data hewan kurban tahun 2015, Kemenag mencatat hewan kurban jenis sapi sebanyak 2.602 ekor, kambing 296 ekor. Sehingga total hewan kurban tahun sebanyak 2.898 ekor. Jumlah hewan kurban sebanyak itu dilakukan 18.307 orang yang berkurban. Sedangkan jumlah penerima daging kurban sebanyak 94.922 orang.

*ASKAR SYAM

To Top