Waspada, Daging Tak Layak Konsumsi Beredar di Bone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Waspada, Daging Tak Layak Konsumsi Beredar di Bone

Kepala Puskeswan, drh Conny Liestri bersama petugas Puskeswan Tibojong melakukan pemusnahan daging sapi busuk yang ditemukan di Pasar Palakka, Kamis, 29 September lalu.

Disnak Temukan Daging Sapi Busuk

WATAMPONE, RB—Daging tak layak konsumsi ditemukan beredar di Pasar Sentral Palakka, Kamis 29 September lalu.
Daging berupa satu ekor sapi ini dilaporkan pedagang setempat kepada Dinas Peternakan karena kondisi daging sudah berubah warga dan berbau busuk.

Mendapat laporan dari pedagang, Disnak pun menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan. Hasilnya, daging sapi asal Desa Kecamatan Cina tersebut kondisinya sudah membahayakan jka dikonsumsi. Pasalnya, warga daging sudah berubah warna menjadi hitam. Selain itu, juga mengeluarkan bau tak sedap.
Demikian diakui Kepala Puskeswan Tibojong, drh Conny Liestri saat ditemui RADAR BONE, Jumat 30 September kemarin.

“Kami datang dengan tim, bahwa benar daging tersebut adalah sapi betina umur di atas tujuh tahun sudah dalam keadaan tidak layak konsumsi. Daging tersebut sudah berbau, lembek kalau diraba dan berwarna merah gelap,” tutur Conny.

Lebih jauh Conny, mengungkapkan, daging tak layak konsumsi tersebut ditemukan di sela penjual ayam. Karena mencurigakan, pedagang pun melaporkan ke Dinas Peternakan untuk diperiksai.Setelah dilakukan pemeriksaan, kata Conny sesuai surat izin yang dikantongi bukan untuk dijual di pasar, tapi daging itu untuk digunakan pada satu acara Mattampung.
Namun ironisnya, malah ditawarkan di pasar. Untungnya, kata Conny, pedagang setempat langsung melapor.

“Jika daging itu dikonsumsi, bisa saja menyebabkan keracunan kepada yang mengkonsumi atau menyebabkan sakit perut dan menimbulkan penyakit lainnya. Karena dagingnya tidak sehat, tapi kami tidak tahu apakah sapi itu berpenyakitan atau bagaimana, tapi yang jelasnya tidak layak konsumsi sehingga harus dimusnahkan,” beber Conny.

Lebih jauh Conny mengatakan yang menawarkan daging tersebut bukan pedagang daging resmi di Pasar Palakka.
“Karena pedagang daging yang ada di pasar tersebut semua mempunyai izin dan tempat.” kunci Conny.

*ASKAR SYAM

To Top