Waspada Dokter Gadungan. Polisi Ringkus Dokter Kecantikan Gadungan Praktik di Hotel. Tarifnya Belasan Juta Rupiah – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Waspada Dokter Gadungan. Polisi Ringkus Dokter Kecantikan Gadungan Praktik di Hotel. Tarifnya Belasan Juta Rupiah

1-Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Pahrun memperlihatkan barang bukti diantaranya seragam dokter milik pelaku dokter kecantikan gadungan, Rabu, 20 Februari kemarin.

PENULIS : HERMAN

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Para kaum hawa harus ekstra hati-hati. Setelah kosmetik palsu, kini muncul pelayanan jasa kecantikan bodong. Polres Bone berhasil mengungkap praktik jasa kecantikan yang melibatkan dokter gadungan. Adalah Aemyzaa alias Carmelita Alias Emha, nama dokter cantik diringkus satuan Reserse Kriminal Polres Bone, Rabu dinihari, 20 Februari lalu. Wanita yang disebut-sebut sebagai dokter kecantikan asal Singapura ini ditangkap atas dugaan tindak pidana malpraktik. Ia ditangkap di salah satu hotel berbintang di daerah ini. Dilaporkan ada enam orang yang sudah menjadi korbannya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, polisi akhirnya mengungkap bahwa Aemyzaa alias Carmelita Alias Emha bukan dokter spesialis kecantikan seperti yang dipromosikan kepada calon pelanggan. Aemyzaa diketahui hanya pernah mengikuti kursus kecantikan waktu menetap di Malaysia, beberapa waktu yang lalu.
Dalam menggaet calon pelanggan, wanita berparas cantik ini dibantu seorang pemilik salon bernama Riani alias Rini. Melalui Rinilah, Emha dipromosikan sebagai dokter ahli kecantikan asal Singapura.

Namun dari KTP milik Emha yang diungkap polisi, wanita ini ternyata warga Kota Parepare yang lahir di Enrekang. “Memang tumbuh besar di Malaysia, namun yang bersangkutan bukan dokter. Tapi cara dia menangani pasien, melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan seorang dokter,” jelas Iptu Muh Pahrun, Kasat Reskrim Polres Bone.
Menurut Pahrun, kasus ini terbongkar berawal dari adanya laporan pelanggan yang merasa dirugikan, karena setelah ditangani oleh sang dokter gadungan, tidak ada perubahan sama sekali pada dirinya.

“Korban melapor karena tidak ada perubahan pasca mengikuti berbagai perawatan untuk mempercantik wajah. Anggota selanjutnya melakukan penggerebekan dan yang bersangkutan ini diamankan di salah satu hotel di Kota Watampone saat sedang menangani pasien,” terang Pahrun. Dalam menjalankan aksinya, sambung Pahrun, sang dokter palsu ini melakukan praktik di hotel.

“Jadi tidak ada alamat praktik, pelaku ini mendatangi para pelanggan termasuk yang di Bone,” tambahnya. Lanjut Pahrun, tarif yang dipatok sang dokter gadungan ke pelanggan hingga belasan juta rupiah. “Tarif yang dipatok pun bervariasi, mulai Rp5 hingga Rp13 juta,” beber Pahrun.

Dalam menjalankan aksinya, Emha tak sendirian. Ia dibantu seorang pemilik salon bernama Rini. Wanita inilah yang mempromosikan sekaligus mencari pelanggan. “Jadi RN adalah pemilik salon kecantikan. Dia yang berperan mengajak para calon pelanggan untuk mengikuti perawatan dengan dalih dokter tersebut berasal dari Singapura,” jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan pelaku, selain mengamankan keduanya. Polisi juga menyita dua koper yang berisi barang bukti. Koper tersebut berisikan berbagai alat medis, mulai alat suntik serta seragam dokter yang lengkap dengan papan nama bertuliskan dr Aemyzaa. Pelaku dokter gadungan ini dikenakan Pasal 77 dan 78 Undang-undang Nomor 29 tahun 2004 tentang kedokteran dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara. “Sudah satu tahun saya menjalani pengobatan tapi belum ada perubahan. Saya disuntik untuk membuat dagu lancip,” tutur Syila, salah seorang korban.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top