Waspada Jual Beli Bangku – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Waspada Jual Beli Bangku

ilustrasi

3.514 Calon Siswa SMA di Bone Terancam Tak Terakomodir

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Jumlah siswa SMA yang tamat ternyata tidak seimbang dengan keluaran SMP. Sedikitnya 3.500 lulusan SMP sederajat terancam tidak kebagian bangku di SMA. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA sederajat tahun pelajaran 2017-2018 berpotensi terjadi jual beli bangku. Betapa tidak, jumlah lulusan SMP/MTs tahun pelajaran 2016-2017 lebih besar daripada jumlah lulusan SMA/SMK/MA atau siswa yang tamat.

Berdasarkan data yang dihimpun RADAR BONE, jumlah lulusan SMP/MTs tahun ini sebanyak 12.931 siswa. Ini terbagi atas SMP 9.164 siswa, MTs 3.767 siswa. Sedangkan jumlah lulusan SMA hanya 9.417 orang.
Ini berasal dari SMA 5.723 siswa, SMK 1.796 siswa, dan Madrasah Aliyah (MA) 1.898 siswa. Dengan demikian terdapat selisih sebanyak 3.514 siswa, atau yang terancam tidak terakomodir di SMA sederajat karena tidak kebagian kursi.

Apalagi, di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), pada Bab V, Pasal 24 ditegaskan, jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar pada tingkat SMA paling sedikit 20 peserta didik dan paling banyak 36 peserta didik. Sedangkan tingkat SMK paling sedikit 15 peserta didik dan paling banyak 36 peserta didik. Jika hal itu diikuti oleh sekolah, maka bisa dipastikan banyak lulusan SMP/MTs yang tidak tercover di SMA dan sederajat.

Jika hal itu dipaksakan, maka praktik jual beli mobiler tak terhindarkan. Pasalnya, jika tak ada penambahan mobiler, maka siswa baru berpotensi belajar melantai alias tak memiliki bangku. “Ini harus diwaspadai pemerintah. Praktik jual beli bangku,” tutur Djunaid Umar, Koordinator Lapor.

Kepala SMAN 5 Watampone, Drs Abd Salam Basir mengatakan kondisi ini perlu secepatnya disikapi oleh pemerintah. “Sehingga untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan harus segera ada regulasi yang mengaturnya,” ungkapnya.

Salam Basir menambahkan regulasi tersebut diperlukan agar tidak terjadi penumpukan siswa pada sekolah tertentu. Pengalaman lalu menunjukkan, kata Salam sekolah unggulan over siswa baru, sementara pada sekolah tertentu, seperti sekolah yang dipimpinnya justru tak mencapai kuota. “Jika itu terjadi, maka pasti SMAN 5 Watampone kembali tidak mencapai kuota,” ujarnya.

Kepala SMKN 3 Watampone Drs Muhammad Arib Wahab menyatakan akan membatasi jumlah siswa baru yang akan diterima di sekolahnya. Kebijakan ini diambil karena sarana dan prasarana yang dimiliki terbatas.
“Kalau kami di sini hanya target 32 siswa dalam satu kelas. Itu sangat ideal, karena di dalam satu kelas itu kami bagi dalam 8 kelompok dengan jumlah orang satu kelompok sebanyak 8 orang,” bebernya.

Berbeda dengan SMAN 2 Watampone. Pendaftar di sekolah unggulan ini setiap tahun membeludak. Ini diakui Kepala SMAN 2 Watampone, Drs H Hedar kepada RADAR BONE. “Tahun lalu saja, jumlah pendaftar mencapai 600 orang, yang kami terima hanya 400 orang, karena sarana prasarana terbatas,” bebernya.

Berdasarkan data yang dihimpun RADAR BONE, daya tampung sekolah yang ada di kota untuk penerimaan siwa baru tahun ini sangat terbatas. SMA Negeri 1 Watampone misalnya, jumlah kelas yang disiapkan tujuh dengan total siswa 252 orang, SMA Negeri 2 Watampone kuota siswa baru yang bisa ditampung 432 tersebar dalam 12 kelas, SMA Negeri 3 Watampone cuma akan menerima 252 siswa tersebar pada 7 kelas, SMA Negeri 4 Watampone daya tampung 432 siswa tersebar dalam 12 kelas, SMA Negeri 5 Watampone daya tampungnya 288 siswa tersebar dalam 8 kelas.

Selanjutnya, untuk tingkat SMK, SMK Negeri 1 Watampone jumlah siswa yang akan diterima 512 orang tersebar dalam 16 kelas, SMK Negeri 2 Watampone jumlah siswa yang akan diterima 288 orang tersebar dalam 8 kelas, SMKN 3 Watampone hanya berkapasitas 160 siswa yang dibagi dalam 5 kelas.
Untuk tingkat Madrasah Aliyah (MA), MAN 1 Watampone jumlah siswa yang akan diterima 382 siswa yang dibagi 10 kelas, MAN 2 Watampone sebanyak 252 siswa dalam 7 kelas.

*

To Top