Waspada!, Limbah Medis Di Bone Diduga Dibuang Bebas – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Waspada!, Limbah Medis Di Bone Diduga Dibuang Bebas

PENULIS : SUDRY – IRHAM

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Limbah medis diduga dibuang bebas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Pasippo, Kecamatan Palakka. Fakta ini diperkuat dengan ditemukannya beberapa botol obat atau wadah bekas cairan kimia yang bercampur dengan sampah yang dibuang di TPA Passipo.

Sejumlah warga yang ditemui RADAR BONE di lokasi TPA Passippo, Minggu, 29 Oktober kemarin mengungkapkan, tak hanya wadah berupa botol kaca dan jeriken yang ditemukan. Namun jarung suntik dan botol infus juga kerap dijumpai.

Salah seorang warga asal Passippo, Rustang (52) mengatakan kerap menemukan alat-alat bekas medis di tempat pembuangan sampah.

“Saya pernah menemukan beberapa hari tapi tidak menentu. Kalau bulan kemarin itu saya sering temukan tapi disimpan dalam jeriken,” kata pria yang bekerja sebagai pemulung itu sambil menunjukkan sebuah jeriken berukuran 10 liter yang dipenuhi dengan bekas alat-alat medis, seperti botol kaca berukuran kecil.

Hal senada disampaikan warga setempat lainnya bernama Tinggi (51). “Saya juga pernah temukan alat-alat seperti, jarum suntik, botol kecil tempat cairan obat, ada juga tempat cairan infus, tapi dicampur dengan sampah yang lain,” beber pemulung tersebut.

Terbaru, warga lainnya, Bade (50) bahkan menemukan limbah medis tersebut, Minggu, 29 Oktober kemarin. Hanya saja, ia tak sempat mengambilnya karena memang tak memperdulikan limbah medis seperti itu.
“Tadi ada saya temukan jarum suntik dan lain-lain, tapi saya tidak ambil karena begitu memang tidak pernah saya ambil,” jelas Bade.

Para pemulung ini mengaku mengenali mobil yang mengangkut sampah diduga bercampur limbah medis. “Ada memang mobil khusus jadi kita pemulung tahu kalau limbah itu berasal dari mana. Saya tahu asal limbahnya karena mobil pengangkut sampahnya saya sudah kenali,” kuncinya pria pemulung tersebut seraya menegaskan, limbah medis tersebut diduga berasal dari rumah sakit di daerah ini.

Adapun beberapa limbah medis yang ditemukan warga setempat, diantaranya
berupa botol kaca bertuliskan Fresofol 1% Emulsion for Injection dan Alfarazolam. Kemudian ada juga jeriken berwarna putih bertuliskan Renal-Sol @A23 ukuran 10 liter.

“Fresofol itu cairan untuk injeksi. Alfarazolam jenis obat penenang. Kalau Renal-Sol, itu juga cairan yang biasa digunakan untuk infus,” tutur Iin, salah seorang mahasiswa kesehatan.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik RSUD Tenriawaru, dr Syahrir yang dikonfirmasi RADAR BONE via sambungan telepon malam tadi, mengatakan untuk pengelolaan limbah medis RSUD Tenriawaru diolah di lingkungan rumah sakit. “Limbah berupa plastik medis diolah di dalam rumah sakit. kemudian dibakar menggunakan sistem generator,” tutur Syahrir.

Disinggung soal adanya limbah medis ditemukan di TPA, Syahrir berkilah, mencurigai dari tempat lain, seperti klinik. “Kalau dari kita tidak ada yang keluar (Limbah). Sudah dikunci,” jelasnya.

Sementara itu Nada dari pihak RSU Hapsah menolak berkomentar lebih jauh terkait pengelolaan limbah. “Bukan saya tangani. Kita datang saja ke kantor,” tutur wanita yang sebelumnya dikenal sebagai Humas RSU Hapsah itu saat dihubungi ponselnya, malam tadi.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top