Waspada Pencemaran Lingkungan. Bone Tak Miliki IPLT – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Waspada Pencemaran Lingkungan. Bone Tak Miliki IPLT

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE, RB–Pembuangan limbah tinja saat ini dipertanyakan, menyusul tidak adanya Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di daerah ini. Sesungguhnya, pada 2007 silam, Pemkab Bone membangun IPLT di kawasan tempat pembuangan akhir (TPA) Labekku, Kelurahan Majang, Kecamatan Tanete Riattang Barat. Tapi, setelah TPA Labekku ditutup IPLT juga ikut terbengkalai. Hingga kini, tak ada lagi IPLT yang berfungsi. Padahal usaha jasa sedot tinja bermunculan. Lantas, kemana limbah air dan limbah tinja tersebut dibuang?.

Anggota Komisi III DPRD Bone, Rudianto Amunir sangat menyayangkan tidak adanya IPLT di daerah ini. Karenanya, dia berharap pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup segera memperhatikan hal itu untuk menghindari dampak pencemaran lingkungan jika limbah tinja dibuang sembarangan.

“Kita sayangkan persoalan seperti ini tak diperhatikan instansi terkait. Bayangkan dampak pencemaran lingkungan yang bisa ditimbulkan, jika limbah tinja dibuang sembarangan, seperti di sungai. Ini harus diwaspadai” kata Rudianto.

Padahal, sambung Rudi, panggilan akrab politisi muda Partai NasDem ini, jika IPLT ada, limbah tinja bisa diolah menjadi pupuk kompos untuk lahan pertanian. Selain itu pajak retribusinya juga akan masuk ke kas daerah, sehingga menambah penerimaan PAD.

Selain itu, IPLT juga diharapkan bisa melayani pengolahan limbah laundry. Kadar Biologi Organic Demand yang dihasilkan dari limbah deterjen sangat berdampak bagi kualitas kesuburan tanah.

Kasubag Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, A Takdir mengatakan sesungguhnya IPLT masih ada di Labekku, hanya saja tidak berfungsi. Sekira sudah 3 tahun IPLT terbengkalai karena tidak ada pemeliharaan. Takdir mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, IPLT tersebut sebelumnya dikelola Dinas Tata Ruang.

“IPLT sekarang sudah tidak bisa difungsikan lagi mengingat kelengkapan dan fasilitasnya sudah rusak, ini semua disebabkan karena tidak adanya pemeliharaan yang dilakukan oleh pihak sebelumnya.
Sebelumnya IPLT itu Dinas Tata Ruang yang kelola sampai akhirnya dialihkan ke Dinas Lingkungan Hidup. Jadi, kurang lebih dua sampai tiga tahun tidak tersentuh pemeliharaan,” ungkap Takdir kepada RADAR BONE, Selasa, 11 Juli lalu.

Untuk perbaikan IPLT tersebut, kata Takdir pihaknya membutuhkan dana sebesar Rp500 juta. “Sementara kami pengusulan dana untuk perbaikannya. Kita akan bangun baru karena mengingat lahannya juga sudah ada. Serta proposalnya juga sudah ada, kami usulkan dana melalui APBN dan daerah sebesar Rp500 juta,” jelasnya.

*

Click to comment
To Top