Waspada Penyebaran HIV/AIDS. Dinkes Bone Temukan Bocah Tiga Tahun Terinveksi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Waspada Penyebaran HIV/AIDS. Dinkes Bone Temukan Bocah Tiga Tahun Terinveksi

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Penyebaran virus HIV/AIDS di daerah ini patut diwaspadai. Angka penderita HIV/AIDS tak pernah akurat, karena ketertutupan penderita. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Sulsel, pada 2010 lalu terdapat 52 penderita HIV/AIDS dimana delapan orang diantaranya meninggal dunia. Pada 2014, terdeteksi lagi 21 kasus dan lima diantaranya meninggal.

Kemudian hasil deteksi Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bone, tercatat 82 penderita HIV/AIDS dengan 12 orang meninggal dunia. Dari jumlah penderita tersebut, hanya delapan orang yang mendapatkan perawatan Antiretroviral (ARV) di RSUD Tenriawaru. Dengan rincian tujuh penderita dewasa dan seorang penderita dari kalangan anak-anak.

Kemudian data terbaru penderita HIV/AIDS dari 2015 hingga Juli 2017 sebanyak 32 orang. Termasuk di dalamnya salah seorang bocah berumur tiga tahun.

Kepala Bidang Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, dr Yusuf MKes mengatakan pihaknya tak pernah mendapatkan data akurat terkait penderita HIV/AIDS. Pasalnya, kata dia penderita sangat tertutup. Tak jarang, kata Yusuf pihaknya mengetahui ada penderita setelah ada informasi dari fasilitas kesehatan dari daerah lain.

“Tidak pernah kita mendapatkan data akurat penderita HIV/AIDS. Karena bisa saja terdeteksi, tapi tidak pernah datang lagi berobat. Nanti misalnya berobat di puskesmas di Makassar, baru kita dapat info bahwa ada orang Bone yang berobat HIV/AIDS,” tutur Yusuf kepada RADAR BONE, Senin, 17 Juli kemarin.

Ketertutupan penderita ini juga diperkuat dengan ditemukannya seorang bocah penderita HIV/AIDS dari wilayah Bone Utara. Menurut Yusuf, bocah berumur tiga tahun ini ditemukan secara tak sengaja oleh petugas yang melakukan pendataan di lapangan. “Kebetulan petugas kita turun melakukan pendataan keluarga sehat dari rumah ke rumah. Secara tak sengaja memukan bocah itu yang diketahui terinveksi HIV. Makanya, kita lakukan perawatan sekarang terhadap bocah tersebut,” tutur Yusuf tanpa menyebut identitas sang bocah.

Diakui Yusuf bocah diperkirakan tertular virus HIV melalui placenta. Menurut dia, penularan virus HIV tidak hanya melalui sperma, luka dan air susu ibu, tapi juga bisa melalui placenta.

Lebih jauh Yusuf mengungkapkan kasus HIV/AIDS ibarat fenomena gunung es. Yang terlihat di permukaan cukup sedikit, tetapi yang tidak terdeteksi sesungguhnya cukup banyak. Karenanya diperlukan kewaspadaan terhadap penularan penyakit ini dengan mengindari hal-hal yang bisa menularkan. Salah satunya adalah prilaku seks bebas.

“Kemungkinan masih banyak yang belum ditemukan, karena biasanya penderita penyakit ini tidak mau diketahui. Sehingga mereka berobat di luar daerah. Makanya kita patut waspada terhadap penularan penyakit ini dengan menghindari hal-hal yang bisa menimbulkan penularan, seperti prilaku seks bebas,” katanya.

Menurut Yusuf, pihaknya selalu mengajak kepada penderita untuk melakukan konseling hingga berobat ke RSUD Tenriawaru. “Di RSUD itu dibuka konseling setiap Senin dan Kamis dan tidak diketahui orang lain,” bebernya.
Selain itu, lanjut Yusuf pihak RSUD juga memberikan layanan pengobatan Antiretroviral (ARV).

Pengelola Program HIV/AIDS Dinkes Bone, Asmah menambahkan penderita penyakit HIV rata-rata perantau. “Dari 32 penderita tersebut sekarang tinggal 15 orang yang aktif berobat. Sedangkan yang lainnya kami tidak tahu apakah masih hidup atau sudah meninggal, karena tidak pernah lagi muncul,” papar Asmah.

Terkhusus penderita bocah tiga tahun tersebut, kini terus diobati. “Dia harus minum obat setiap hari. Penyakit HIV sebenarnya belum obat ada yang menyembuhkan, makanya ada istilah Temukan Obati Pertahankan (TOP). Penderita penyakit seperti itu harus rutin berobat. Selain itu diberikan pemahaman supaya tidak menyebarluaskan penyakit yang diderita,” tutup Asma.

*

Click to comment
To Top