Waspada Serangan Penderita Gangguan Jiwa – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Waspada Serangan Penderita Gangguan Jiwa

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB—Angka kasus penyerangan dilakukan penderita gangguan kejiwaan cukup menonjol. Dalam setahun terakhir, setidaknya terdapat lima kasus penganiayaan hingga pembunuhan yang dilakukan penyandang gangguan kejiwaan.
Empat kasus diantaranya menyebabkan korbannya tewas. Peristiwa terbaru adalah kasus pemarangan Kapolsek Tellu Limpoe, Iptu Muh Said B, Rabu 18 Januari kemarin.

Meski nyawanya berhasil diselamatkan, namun kondisi Said sempat kritis dan dilarikan ke rumah sakit setelah menderita tebasan parang di bagian kepala, tangan dan paha.
Informasi yang dihimpun RADAR BONE, Kapolsek Tellu Limpoe ditebas parang oleh warga Dusun Teko, Desa Gaya Baru, Kecamatan Tellu Limpoe bernama Adi. Pria ini diduga me-ngalami gangguan jiwa.

Kapolres Bone, AKBP Raspani SIK mengatakan kejadian itu berawal saat pelaku mengamuk di rumahnya di Desa Gaya Baru Kecamatan Tellu Limpoe. Saat warga minta tolong, kapolsek datang dan mendekati pelaku. Namun kapolsek malahdihadiahi bacokan sebanyak tiga kali.

“Demikian informasi saya terima dari kepala desa setempat, tapi saya akan turun ke TKP untuk memastikan kejadian itu sekarang,” kata Raspani saat ditemui di RSUD Tenriawaru Watampone.

Humas RSUD Tenriawaru, Ramli mengatakan saat dirawat kondisi kapolsek dalam keadaan sadar.”Keadaan korban dalam keadaan sadar dan kondisinya kelihatan bagus, hanya saja lemas, karena terlalu banyak darah yang keluar,” tuturnya.

Perawat Puskesmas Tellu Limpoe, Asmiati mengatakan luka yang dialami kapolsek cukup parah sehingga dirujuk ke RSUD.
“Lukanya tidak mampu ditangani akhirnya dilarikan ke RSUD,” katanya. Tindak penganiayaan berat yang menyebabkan kematian dilakukan orang gila bukan kali ini terjadi. Sebelumnya, masih di wilayah Tellu Limpoe, tepatnya di di Dusun Laniti, Desa Tapong, Senin 9 Januari 2016 sekitar pukul 01.30 Wita.

Seorang wanita bernama Musdalifah (29) ditusuk sebilah badik saat dia tertidur lelap. Pelaku berinisial BA (26) yang diduga stres, datang dengan membawa sebilah badik dan menusuk korban berulang-ulang hingga menyebabkan korban tewas. Hanya berselang lima hari pasca pembunuhan yang dialami, Musdalifah. Seorang warga Jl Salak, Kelurahan Ma-cege, Kecamatan Tanete Riattang Barat, SB tega menghabisi orang tuanya sendiri, H Beddu Halim (91) hingga tewas. Pelaku menghabisi korban menggunakan benda tumpul berupa kursi terbuat dari kayu Dia memukul kepala korban juga hingga tewas.

Kasus lainnya dialami seorang petani bernama Kupe (50) tewas setelah dihantam balok oleh Baba (45) di Desa Prajamaju, Kecamatan Dua Boccoe, Jumat 10 Juli 2016 kurang lebih pukul 10.00 wita.
Korban yang bertetangga pelaku dihantam menggunakan balok kayu oleh Baba diketahui mengalami gangguan jiwa.
Menutup tahun 2016 lalu, seorang warga Jerre alias Amal Bin H Mattajang (39) menikam anaknya yang masih balita, Riska (3) hingga tewas dengan isi perut terurai, Selasa 20 Desember 2016. Lagi-lagi pelaku diketahui mengidap gangguan jiwa.

To Top