Waspada Serangan Rabies! Lima Nyawa Melayang, Bone Peringkat Ketiga Sulsel – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Waspada Serangan Rabies! Lima Nyawa Melayang, Bone Peringkat Ketiga Sulsel

drh Agusriadi, Plt Kasi Kesehatan Veteriner Disnak Kabupaten Bone

PENULIS : BAHARUDDIN

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Penyakit rabies patut diwaspadai. Bone merupakan wilayah endemis yang menempati peringkat ketiga di Sulsel. Kasus gigitan anjing tak bisa dianggap main-main. Pasalnya, 99 persen kasus rabies di daerah ini berasal dari gigitan anjing. Meski diketahui, penyakit rabies bisa bersumber dari gigitan monyet dan kucing. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Peternakan Kabupaten, selama 2017 tercatat 325 kasus rabies terjadi di Bumi Arung Palakka. “Ini tergolong sangat tinggi,” kata drh Agusriadi, Plt Kasi Kesehatan Veteriner Disnak Kabupaten Bone, kemarin.

Dokter hewan yang baru menyelesaikan pendidikan di Australia ini mengungkapkan Kabupaten Bone merupakan daerah endemis rabies. Bahkan masuk ke dalam tiga besar kasus rabies di Sulawesi Selatan. “Kita peringkat ketiga untuk kasus rabies di Sulsel setelah Tator dan Toraja Utara,” bebernya. Wilayah penyebaran rabies di Bone, kata Agusriadi menyebar di seluruh kecamatan, sehingga tidak ada wilayah yang menonjol. Tingginya kasus rabies di daerah ini tidak terlepas dari keengganan masyarakat untuk melakukan vaksin terhadap hewan peliharaannya, khususnya anjing. Selain itu, masyarakat juga tak melapor jika ada kasus gigitan anjing, sehingga pihaknya sulit mendeteksi.

“Tahun lalu, ada lima orang meninggal. Korban meninggal ini disebabkan tidak segera melaporkan ke Dinas Kesehatan atau Dinas Peternakan, tapi melapornya (Berobat) ke dukun. Nah, ini yang kerap menimbulkan adanya korban jiwa,” urai Agusriadi. Selain itu, sambung Agusriadi, masyarakat Bone kerap membeli anjing dari luar daerah, seperti Sidrap, Pinrang hingga Surabaya tanpa divaksin terlebih dahulu.

“Makanya harapan kami cuma dua, masyarakat yang memiliki anjing agar memberi vaksin terhadap anjing peliharaannya. Bisa membawa ke klinik hewan di Dinas Peternakan. Kami siap bantu. Kemudian segera melapor jika ada kasus gigitan anjing,” harap dokter muda ini.

Ditambahkan Agusriadi, kasus rabies tahun ini menunjukkan gelagat peningkatan. Jika tahun lalu, kasus rata-rata berjumlah 27 per bulan. Maka memasuki tahun 2019 menunjukkan trend peningkatan. “Data kasus selama Januari sebanyak 34 kasus. Untuk data Februari belum keluar datanya,” jelasnya. Karenanya tahun ini, kata Agusriadi, pihaknya memprogramkan zero dead kasus rabies. “Pada April nanti kami akan melakukan vaksinasi massal,” kunci dia.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top