Wisata Apung bakal Hadir di Losari – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Wisata Apung bakal Hadir di Losari

Dilengkapi Kolam Hiu dan Jukung Wisata

Satu lagi landmark atau ikon kota akan hadir di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Restoran terapung, yang asli terapung, bakal dibangun di di atas laut antara Pantai Losari dan Center Poin of Indonesia (CPI).

ASKAR SYAM, Watampone

Dari desain yang ada, bangunan apung ini akan dilengkapi dengan restoran dan berbagai fasilitas, se-perti kolam renang air laut, panggung hiburan, kolam pemancingan, dan paling spektakuler kolam penangkaran ikan hiu.
Adalah Budiprawira Sunadim dari PT Gani Arta Dwitungal (GAD) yang bermitra dengan PT Mitosh Mandiri Sejahtera yang punya ambisi membangun salah satu landmark di Kota Makassar ini.

“Saya ingin menjalankan mimpi saya. Obsesi ini harus jalan,” kata Komisaris PT Budiprawira Sunadim, salah satu putra terbaik asal Kota Makassar ini.
Budiprawira Sunadim me-ngatakan, sebagai seseorang yang dilahirkan di Kota Makassar, dia punya obsesi menghadirkan sesuatu yang spektakuler untuk kota kelahirannya.
Sekadar diketahui, karya Budiprawira Sunadim di bidang produk-produk perikanan dan dan benda apung di atas air sudah tidak diragukan.

Beberapa karyanya yang diproduksi PT GAD sudah dibuktikan kualitasnya, seperti jukung AquaTec dan Catamaran AquaTec berbahan dasar Prime Grade Polyethylene yang diklaim ramah lingkungan kini sudah dipakai sebagai produk unggul nelayan.
Fasilitas Wisata Terapung ini diklaim Budiprawira Sunadim asli terapung yang tidak seperti karya monumental lainnya yang disebut terapung, tapi masih memiliki tiang pancang hingga dasar laut.

“Memang terapung. Untuk menahannya supaya tidak bergerak dipasang dua jangkar seberat 1 ton dengan tali sekitar 36 milimeter. Lokasi itu saya kira ombaknya tak terlalu kuat,” kata Budiprawira Sunadim.
Berdasarkan data teknis restoran terapung atau Sarama Wisata Terapung di akan berada di depan Pantai Losari dan CPI ini akan memiliki landasan 1.250,65 meter bujursangkar. Panjang landasan 77,5 meter dan lebar 30 meter.

Restoran terapung di Makassar ini memiliki daya apung 120.400 kilogram atau 500 orang.
Beberapa fasilitas yang disediakan 2 restoran, ruang makan, musalah, kolam renang, kolam pancing, kolam ikan hiu dan ikan ganas lainnya, dan panggung hiburan.

Jika nantinya proyek ini mendapat dukungan pemerintah, proses pengerjaan antara 1-2 bulan dengan anggaran Rp20 miliar.
Rencananya, PT Mitosh Mandiri Sejahtera akan menjadi pihak yang bekerja sama dalam proyek Sarana Wisata Apung atau Restoran Terapung Makassar ini.
Komisaris PT Mitosh Mandiri Sejahtera, Andi Yuslim Patawari, mengaku sudah mengomunikasikan fasilitas apung tersebut ke Pemerintah Provinsi Sulsel.

“Nantilah setelah pertemuan. Kita agendakan pertemuan di Bandung dengan Bapak Budiprawira Sunadim dengan pemerintah di Sulsel,” kata Andi Yuslim Patawari.
Dari fasilitas itu lanjut Yuslim, tentunya akan menjadi fasilitas wisata, tak hanya untuk orang dewasa tapi juga anak-anak. Hiburan kolam renang, acara menggambar, fashion show, hiburan, lomba menyanyi, lomba baca Alquran, dan tentunya edukasi mengenai biota dan hewan laut.

“Nah ini, sebelum saya lupa. Juga di lokasi itu tetap ada suasana seperti penjual kacang, pisang epe, yang pengunjung bisa membeli langsung. Ada fasilitas jukung wisata yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Yuslim mengklaim restoran tersebut merupakan pertama di dunia.
“Tidak perlu jauh-jauh ke pulau untuk melihat ikan hias. Cukup di Restoran terapung semua kita sediakan. Yang mau berenang dengan ikan hias air laut, juga kita siapkan sarananya,” terangnya.
“Indonesia negara kepulauan, jadi sepatutnya warga negaranya harus berani melakukan terobosan usaha di bidang kelautan,” pungkasnya.

*

 

To Top