Wow, Bone Darurat Sapi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Wow, Bone Darurat Sapi

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Sapi berkeliaran dalam kota makin merajalela. Bone seolah-olah sudah dalam kondisi darurat sapi, sehingga perlu penanganan lebih ekstra dari pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Bone benar-benar kewalahan menertibkan ternak sapi yang berkeliaran dalam kota. Meski sudah dibekali dengan payung hukum berupa peraturan daerah (Perda).

Namun Satpol PP sebagai penegak perda masih ragu bertindak dengan dalih khawatir ada dampak hukum di kemudian hari.

Setidaknya ini diungkapkan Pj Bupati Bone, Ir HA Bakti Haruni, CES saat memberikan sambutan dalam rakor forkopimda dan forkopincam di aula Lateya Riduni, rujab bupati, Selasa, 28 Agustus kemarin.

Di hadapan Kapolres Bone, AKBP Muh Kadarislam Kasim, SH, SIK MSi, Pj Bupati Bone, Ir HA Bakti Haruni, CES tak sungkan-sungkan meminta dukungan polisi agar mendampingi Satpol PP dalam menertibkan sapi liar di dalam kota.

“Kami meminta kepada Kapolres Bone untuk membackup Satpol PP untuk menertibkan ternak sapi. Supaya dalam penertiban ternak sapi itu kita terhindar dari jeratan hukum,” katanya.

Menurut Bakti penegakan perda harus dilakukan dengan berhati-hati sehingga tidak menimbulkan persoalan hukum di belakang hari.

Sapi berkeliaran dalam kota sudah meresahkan warga sejak lama. Sapi jalan beriringan di jalan raya sudah menjadi pemandangan biasa. Di beberapa ruas jalan penuh dengan kotoran sapi di pagi hari.

Publik menilai sapi yang berkeliaran dalam kota sudah perlu penanganan khusus karena sudah sangat meresahkan.

Salah seorang warga Jl Veteran Ardi (34) menyayangkan ketidaktegasan pemerintah daerah dalam menertibkan ternak liar.

“Ini sudah betul-betul meresahkan. Bukan hanya mengganggu tapi sudah membahayakan pengguna jalan. Belum lagi kotorannya ada dimana-dimana. Kasihan daerah ini seolah tak terurus,” ungkapnya.

Akademisi Idris Afandi SSos MSi menilai penertiban ternak liar bukan persoalan pelik. Melainkan cuma butuh ketegasan dan konsistensi dalam penegakan aturan.

“Mestinya malu kita dengan pemerintah desa. Ada desa yang menerapkan aturan sapi berkeliaran dan memakan tanaman orang lain itu dapat sanksi, seperti kena denda atau sapinya dipotong. Ini rill beberapa desa saya lihat menerapkan ini. Aturan sudah dibuat dalam bentuk perdes dan disetujui semua warga. Masa’, pemkab tidak bisa, apalagi sudah ada perdanya,” kata Idris.

Akademisi lainnya, Dr Yusdar SE SH MH mengibaratkan Bone sudah dalam keadaan darurat sapi karena merajalelanya sapi berkeliaran dalam kota. Karenanya, kata dia perlu penanganan serius dan ketegasan dari pemerintah daerah.

“Kalau kita lihat merajalelanya sapi dalam kota, memang seolah-olah Bone ini sudah dalam kondisi darurat sapi. Sebenarnya Satpol PP bisa menangani ini dan tak perlu minta dukungan polisi, karena sudah ada perda-nya. Hanya butuh ketegasan dan keseriusan dari pemda untuk menegakkan perda itu,” ungkapnya.

Ia menyayangkan perda yang dibuat dengan dana cukup besar tapi tak ditegakkan secara tegas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top