Wow, Dugaan Pungutan Liar Pengurusan SIM Bernilai Fantastis – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Wow, Dugaan Pungutan Liar Pengurusan SIM Bernilai Fantastis

Antrian pengurusan SIM di Mapolres Bone

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Dugaan pungutan liar di Polres Bone nilainya terbilang fantastis. Sejumlah pihak pun mendesak Kapolres Bone meningkatkan pengawasan penerbitan SIM. Besarnya nilai selisih tarif yang diatur dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dengan yang dibayar pemohon di loket SIM Polres Bone, semakin menegaskan dugaan pengurusan SIM menjadi lahan subur praktik pungli.

Dalam penelusuran RADAR BONE, Informasi yang diperoleh dari pemohon, untuk SIM C biaya yang dikeluarkan berkisar Rp200 ribu sampai Rp250 ribu. Kemudian SIM A tarifnya lebih mahal lagi, yakni Rp350 sampai Rp400 ribu. Selanjutnya tarif SIM B1 mencapai Rp500 ribu. Dan SIM B2 tarifnya sebesar Rp800 Ribu. Padahal tarif sesuai PNBP untuk SIM C misalnya cuma Rp100 ribu (Baru) dan Rp75 ribu (Perpanjangan). Dengan demikian, terjadi selisih Rp100 ribu sampai Rp150 ribu dengan tarif yang terjadi di lapangan. Demikian pula dengan SIM A, dimana tarif resminya hanya Rp120 ribu (Baru) dan Rp80 ribu (Perpanjangan. Sementara di lapangan, pemohon SIM membayar Rp350 ribu sampai Rp400 ribu atau ada selisih Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. “Saya bayar Rp350 ribu untuk mendapatkan SIM A. Saya pun terpaksa ikut tes praktik lapangan karena tidak cukup uang saya bawa. Kalau dibayar Rp400 ribu tes di dalam saja, tidak tes di luar,” kata FA yang berdomisili di kota ini.

Ia menambahkan untuk mengikuti proses tes tergantung dari pemohon mau mengikuti proses tes atau tidak. “Tergantung dari kita mau dites atau tidak, sesuaikan dengan pembayaran. Kalau sedikit dibayar dites, kalau banyak-banyak tidak ditesji,” tambahnya.

Lebih parah lagi dijumpai pada pengurusan SIM B1 dan SIM B2. Tarif sesuai PNBP, SIM B1 dan B1 Umum Rp120 ribu (Baru), dan perpanjangan Rp80 ribu. Namun fakta di lapangan, pemohon membayar Rp500 ribu sampai Rp800 ribu. Terdapat selisih yang cukup wah. Nah, berapa estimasi uang yang bisa terkumpul dari selisih tarif dalam hitungan hari, bulan dan tahun?
Jika diambil selisih terendah saja, yakni Rp100 ribu diakumulasikan dengan jumlah pemohon yang rata-rata mencapai 90 orang per hari. (Informasi yang diperoleh dari internal loket SIM, rata-rata pemohon SIM per hari sebanyak 90 orang). Maka dapat diasumsikan potensi pungli pengurusan SIM berkisar Rp9.000.000 per hari. Nah, jika diakumulasi dalam seminggu, yakni Rp45.000.000 (5 hari kerja), sebulan Rp180.000.000. Dan setahun mencapai Rp2.160.000.000. Angka yang terbilang fantastis.

Dugaan pungli pengurusan SIM ini tidak hanya terjadi di Polres Bone. Namun juga pada layanan SIM keliling (Mobile dari satu wilayah ke wilayah lain). Bahkan, tarif ekstra di layanan mobile ini dikabarkan jauh lebih besar.  Mencuatnya dugaan pungli dalam pengurusan SIM di Polres Bone mengundang keprihatinan berbagai kalangan. Betapa tidak, di tengah penerapan sistem online penerbitan SIM, dugaan permainan tarif masih terjadi. Padahal Kepolisian Republik Indonesia gencar-gencarnya menggaungkan jargon polisi profesional, modern dan terpercaya (Promoter).
Tokoh masyarakat, A Harianto mendesak Kepolisian Resort Bone untuk menutup ruang praktik pungli pengurusan SIM. “Saya berharap masyarakat tidak dipersulit ketika mengurus SIM. Apalagi dibebankan pembayaran yang jauh melebihi PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak),” ungkap Harianto yang juga mantan legislator DPRD Bone itukepada RADAR BONE, Senin 25 Februari kemarin.

Ia mendukung Kapolres Bone, AKBP Kadarislam Kasim bertindak tegas, jika ada oknum personel Polres Bone yang melakukan praktik pungli. Tokoh Pemuda, Gunawan SPd MPd turut menyayangkan terjadinya dugaan pungutan liar dalam pengurusan SIM di Polres Bone. Ketua Pemuda Muhammadiyah Bone ini menyatakan pungutan liar tidak boleh dilakukan karena melanggar peraturan perundang-undangan. “Jadi mestinya dalam pengurusan SIM harus mendapat pengawasan yang lebih ketat khususnya ombdusman dan pengawasan kepolisian. Perilaku pungutan liar tidak mencerminkan kerja profesional dan kredibilitas,” ujarnya.

“Bagi lembaga kepolisian harus mencerminkan lembaga yang bersih dan bebas pungutan liar karena jangan sampai masyarakat tidak percaya dengan lembaga itu,” tambahnya.
Dari kalangan dewan juga turut bersuara atas dugaan pungli pengurusan SIM di Polres Bone. Anggota Komisi I DPRD Bone, HA Suaedi turut menyayangkan masih adanya pungutan diluar ketentuan yang berlaku pada saat pengurusan SIM di Polres Bone.

“Memang ada banyak aspirasi yang saya terima sekaitan mahalnya pengurusan SIM. Terkadang ada pengendara yang harus membayar diatas Rp200 ribu hanya untuk pengambilan SIM C,” ujarnya. Ia berharap pihak kepolisian (Satlantas), tidak mempersulit masyarakat dalam pengambilan SIM. “Kalau memang saat ujian SIM tidak lolos, yah jangan diloloskan hanya karena membayar diluar ketentuan. Ataukah memang layak untuk mendapatkan SIM tapi dipersulit. Ini yang tidak boleh,” tegasnya.

Lebih jauh Suaedi menegaskan, kepemilikan SIM menunjukkan pemiliknya cakap atau layaknya mengemudi. Nah, sejatinya SIM hanya dimiliki oleh mereka yang lolos dari berbagai tes kecakapan. Mulai dari tes pengetahuan terkait dan rambu dan tata cara berlalu lintas, hingga uji kecakapan mengendarai kendaraan. “Makanya sangat disayangkan, jika ada pemohon yang membayar lebih dari tarif PNBP lalu diloloskan saat tes,” urai Suaedi.

Politisi partai Demokrat ini menambahkan dengan penerbitan SIM sesuai prosedur, maka diharapkan akan menekan kecelakaan lalu lintas di jalan raya, karena pemilik SIM adalah mereka yang sudah teruji cakap berkendara. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bone, AKP Thamrin yang dikonfirmasi RADAR BONE, mengatakan sistem yang diterapkan termasuk biaya sudah sesuai dengan standar prosedur.

“Pengurusan SIM tetap sesuai dengan prosedur,” jelasnya. Termasuk, kata dia layanan SIM Keliling menerapkan prosedur dan tarif yang sesuai standar (PNBP).
“Pelayananan SIM keliling bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari kantor,” tandasnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top