Wow, Kasus Korupsi di Bone Tertinggi – Radar Bone

Radar Bone

Uncategorized

Wow, Kasus Korupsi di Bone Tertinggi

Kajati Sulsel saat tiba di Rumah Jabatan Bupati Bone, Selasa 11 Desember kemarin

RADARBONE.CO.ID–Kabupaten Bone sepertinya menjadi sarang koruptor. Selama 2018, Kejaksaan Negeri Bone mengeksekusi 15 pelaku korupsi dengan nilai kerugian negara sebesar Rp7,3 miliar. Banyaknya koruptor yang dieksekusi Kejari Bone menempatkan Bone sebagai daerah dengan kasus tindak pidana korupsi tertinggi dibanding daerah lain di Sulsel. Hal ini juga diakui Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Tarmizi saat dikonfirmasi RADAR BONE di rujab bupati, Selasa, 11 Desember kemarin.

“Bone merupakan tertinggi dalam kasus tindak pidana korupsi di Sulsel di banding dengan kabupaten lain di tahun 2018. Ini mengacu setelah sebelumnya Kejari Bone mengeksekusi 15 terpidana korupsi dalam 1 tahun terakhir,” kata Tarmizi.

Tarmizi berkunjung ke Bone dengan sejumlah agenda, diantaranya penandanganan MoU dengan Pemkab Bone terkait Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). Tak hanya itu, kajati juga memberikan ceramah umum terkait penegakan hukum dengan metode pencegahan melalui instrumen Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Selanjutnya, pagi ini kajati dijadwalkan berkunjung ke TK Adhyaksa, sebuah TK Binaan Kejari Bone yang beralamat di Jl Kawarang Watampone. Ini merupakan kunjungan pertama di Tarmizi di Bumi Arung Palakka.

Tarmizi memberi apresiasi terhadap terhadap pengungkapan dan eksekusi terhadap pelaku korupsi di Bumi Arung Palakka. “Saya sangat mengapresiasi Kejari Bone atas keberhasilannya mengungkap beberapa kasus korupsi dan menjadi pembelajaran kepada semua pihak termasuk pemerintah,” Lanjut Tarmizi.

Diketahui, selama 2018 Kejari Bone mengeksekusi 15 koruptor dengan nilai kerugian negara mencapai Rp7,3 miliar.  Adapun kasus-kasus korupsi yang dieksekusi Kejari Bone, diantaranya kasus di Dinas Tata Ruang melalui Program Bantuan Stimulasi Perumahan Swadaya (BSPS) TA 2012 dengan nilai kerugian negara sebesar Rp604 juta. Pada Dinas Kelautan dan Perikanan ada kasus Pembangunan Balai Benih Ikan (BBI) Tahun Anggaran 2007-2009 dengan nilai kerugian negara sebesar Rp308.988.543 juta.

Kemudian di Dinas Kehutanan dan Perkebunan terdapat kasus Dana Alokasi Khusus Non Dana Reboisasi (DAK NON DR) tahun 2007 yang menyebabkan kerugian hingga 1,5 miliiar. Di lingkup KPU Bone, ada mantan komisioner yang terlibat korupsi dana Bimbingan Teknis (Bimtek) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bone tahun 2012-2013 yang menyebabkan kerugian sebesar Rp130 juta.

Kasus lainnya adalah kasus korupsi Kredit Fiktif di Bank Sulselbar terkait pembangunan dan Renovasi Bangunan serta Pengadaan Alat Kesehatan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Bone tahun anggaran 2011 yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 2,05 miliar. Ada juga kasus ADD Polewali, Kecamatan Kajuara tahun 2016 yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp300 juta. Terakhir, Kejari Bone mengeksekusi mantan kasir PDAM Bone unit Biru, Andi Nursiha, Senin, 10 Desember sekira pukul 20.00. Wita.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top