Wow Lima Napi di Wajo Kabur – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Wow Lima Napi di Wajo Kabur

PENULIS : AGUSTAPA

RADARBONE.CO.ID_WAJO–Rumah tahanan Kelas IIB Sengkang dibobol. Awalnya ada enam penghuni rutan melarikan diri, namun satu diantaranya berhasil ditangkap. Napi diduga kabur melalui pintu darurat yang dicungkil menggunakan obeng. Informasi yang dihimpun RADAR BONE, penghuni Rutan Kelas II B Sengkang kabur pada Minggu, 25 Maret lalu sekira pukul 13.30 Wita. Namun informasi kaburnya napi cukup tertutup. Setidaknya dari enam penghuni rutan yang kabur, satu diantaranya telah tertangkap.

Adapun nama-nama kelima narapidana yang diduga kabur yakni, Baso Yunus (32) warga Kampung Baru Desa Poleonro Kecamatan Gilireng, Wajo dengan kasus Narkotika yang divonis penjara selama 2 tahun. Iwan Setiawan (24) warga Kelurahan Lamaddukelleng, Kecamatan Tempe, Wajo divonis penjara selama 2 tahun.
Kemudian Baso Darmawansyah (37) warga Desa Lamata, Kecamatan Gilireng, Wajo divonis penjara 13 tahun. Baso Edi Kurniawan warga Desa Liu, Kecamatan Majauleng, Wajo divonis penjara selama 7 tahun 6 bulan, dan Muh Idris (29) warga Kelurahan Ballare, Kecamatan Keera, Wajo divonis penjara selama 4 tahun 6 bulan.

Kemudian penghuni rutan lainnya yang berhasil diamankan yakni, Safri Cakka (48) warga Desa Lautang, Kecamatan Belawa, Wajo. Dia adalah tahanan yang sedang menunggu putusan kasasi dalam kasus narkotika. Kepala Rutan Kelas II B Sengkang Sahril yang dikonfirmasi RADAR BONE melalui sambungan seluler, Senin, 26 Maret kemarin tak menampik kejadian tersebut. “Apa yang beredar di berita, itu sudah A1,” ujarnya singkat.

Terkait nama-nama penghuni rutan yang kabur, Sahril enggan mengomentari dengan alasan menjadi kewenangan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulsel.  “Mengenai nama-nama narapidana itu, bukan kewenangan kami untuk membeberkannya,” tandasnya.  Upaya pencarian yang dilakukan untuk menangkap narapidana yang kabur, Sahril
menegaskan dirinya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan kodim setempat.

“Kami membangun koordinasi untuk bersama-sama menangkap narapidana yang kabur,” kunci dia.
Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Sulsel, Sahabuddin Kilkoda kepada wartawan mengungkapkan satu penghuni rutan yang berhasil ditangkap ditemukan sekira satu kilometer dari rutan. Tahanan narkoba yang menunggu putusan kasasi ini ditangkap sekira setengah jam pasca kabur.“Pintu darurat dicungkil menggunakan obeng,” jelas Kilkoda seraya memperkirakan petugas tengah lengah karena hari libur.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top