Wow, Satlantas Bone Catat 1.646 Kasus Pelanggaran Lalu Lintas – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Wow, Satlantas Bone Catat 1.646 Kasus Pelanggaran Lalu Lintas

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Angka pengendara liar di jalan raya masih cukup tinggi. Ini ditandai dengan banyaknya kasus pelanggaran Surat Izin Mengemudi (SIM) yang ditemukan polisi dalam razia
kendaraan bermotor.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Satuan Lintas Kepolisian Resort Bone, sejak Januari hingga September 2017 terdapat sedikitnya 1.646 kasus pelanggaran berlalu lintas. Angka ini terbilang menurun dibanding 2016 yang berjumlah 4.310 kasus. Kendati terlihat ada tren penurunan kasus, namun pelanggaran terhadap kepemilikan surat-surat kelengkapan berkendara tetap mendominasi.

Bahkan, jika dikerucutkan menjadi tiga besar, pelanggaran surat izin mengemudi (SIM) tetap tertinggi, disusul kepemilikan surat tanda kendaraan bermotor (STNK) dan penggunaan alat pelindung kepala (Helm).

“Dari sejumlah kasus pelanggaran ini, dilihat dari data dan fakta di lapangan, pelanggaran lalu lintas yang menonjol itu dominan surat-surat kelengkapan berkendara, terutama SIM,” ungkap AKP Kulle, Kasat Lantas Polres Bone saat dikonfirmasi RADAR BONE, Rabu, 20 September lalu.

Terkhusus untuk angkutan umum dan angkutan barang, Kulle mengatakan pihaknya memfokuskan pada kelayakan armada dan kelengkapannya.

“Kalau kendaraan angkutan, kasus yang kami tindaki yaitu kelayakan angkutan, seperti ban. Kalau misal bannya sudah tidak layak pakai yakni sudah kelihatan benangnya maka kami tindaki karena ini dapat menimbulkan rawan laka, serta knalpot dan kelebihan muatan,” jelasnya.

Belum semua pelanggar kasus tilang diputuskan di Pengadilan Negeri Watampone.
Informasi yang diperoleh dari Pengadilan Negeri Watampone, sejak Januari hingga 15 September lalu, baru 899 kasus yang diputus majelis hakim.

Kasus tilang tersebut didominasi pengendara sepeda motor dengan berbagai jenis pelanggaran, yakni tidak memiliki SIM, STNK dan kelengkapan motor pada saat berkendara. Kemudian terkait barang bukti yang diamankan didominasi STNK.

“Misalnya tidak ada STNK dan SIM-nya, yang diambil sebagai barang bukti itu kendaraannya,” kata Djunaidi, Panitera PN Watampone saat dikonfirmasi RADAR BONE, Selasa, 19 September lalu.
Kasus tilang tersebut diputuskan melalui verstek, yaitu kewenangan hakim untuk memeriksa dan memutuskan suatu perkara meskipun tergugat dalam perkara tersebut tidak hadir di persidangan pada tanggal yang telah ditentukan.

*

Click to comment
To Top