Wujudkan Pilkades Damai – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Wujudkan Pilkades Damai

Besok, Pilkades Serentak Digelar di 141 Desa

PENULIS : ASKAR SYAM – ROSDIANA SULJA

WATAMPONE, RB—Bupati Bone Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi MSi mengingatkan panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) tingkat desa agar bersikap netral, sehingga pelaksanaan pilkades serentak jilid II berjalan aman dan damai, seperti pilkades jilid pertama tahun lalu. Penegasan ini disampaikan orang nomor satu di Bumi Arung Palakka ini usai menyerahkan tiga rancangan perda kepada DPRD Bone, Senin 5 Desember kemarin.

Fahsar mengatakan panitia di tingkat desa memiliki peran sentral dalam mewujudkan pilkades yang aman dan damai. “Panitia pilkades harus menjalankan tugasnya secara profesional. Jangan pernah menunjukkan keberpihakan kepada salah satu calon, sehingga pelaksanaan pilkades benar-benar berjalan aman dan damai, seperti pada pilkades se-rentak gelombang pertama,” tutur Fahsar.

Mantan Staf Ahli Gubernur Sulsel ini juga mengharapkan kepada aparat keamanan agar mewaspadai titik-titik rawan pilkades serentak jilid II.  “Saya kira petugas pengamanan kita sudah memetakan lokasi yang dianggap rawan, terutama yang calonnya masih memiliki hubungan keluarga. Makanya kita harapkan diwaspadai lebih dini,” paparnya.
Terkhusus kepada calon kades, Fahsar mengingatkan, bahwa kalah dan menang adalah dinamika berdemokrasi yang lumrah terjadi. Pakta integritas yang ditandatangani para calon, hendaknya dipegang teguh. “Kita berharap para calon tetap komitmen dengan pakta integritas yang telah ditandatangani,” tegasnya.

Warning tak hanya disampaikan kepada penyelenggara. Para pemantau pun diminta untuk melakukan tugas dengan baik. Koordinasi dengan koordinator kabupaten harus dikedepankan dalam setiap pengambilan keputusan. “Jangan daceng-daceng (Mau dibilang hebat), mengambil keputusan tanpa melakukan koordinasi dengan koordinator kabupaten. Karena bisa fatal akibatnya jika kebijakan yang diambil malah bertentangan dengan mekanisme seharusnya,” tegas Fahsar dalam pertemuan koordinator dan pemantau pilkades di gedung PKK, Senin 5 Desember kemarin.

Tim koordinator pilkades serentak jilid II Kabupaten Bone menugaskan 56 orang koordinator kecamatan dari pimpinan SKPD, kepala unit kerja dan kepala bagian ditambah 142 orang pemantau dari PNS dan honorer. Mereka akan bertugas memantau di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Wakil Bupati Bone, Drs H Ambo Dalle MM meminta pemantau tiba di lokasi penugasan mulai Selasa, 6 Desember hari ini. “Pemantau harus bermalam di desa penugasan sekaligus memperkenalkan dirinya. Dan tetap jaga integritas serta citra Pemda Bone,” imbaunya.
Jumlah TPS yang tersebar di 141 desa, yakni 142 TPS. Setiap desa memiliki satu TPS. Kecuali Desa Sijelling Kecamatan Tellu Siattinge memiliki dua TPS karena daftar pemilih tetap (DPT) di desa itu mencapai 3.000. Hanya saja, untuk penghitungan suara dilakukan di TPS induk. TPS tambahan hanya untuk pemu-ngutan suara.

Ketua DPRD Bone Drs A Akbar Yahya MM juga mendorong penyelenggara (Panitia pilkades) untuk melaksanakan tugas secara profesional dan netral. Menurut dia, sengketa pilkades bisa diminimalisir jika penyelenggara di tingkat desa melaksanakan tugas sesuai aturan yang ada. “Saya kira netralitas panitia di bawah sangat kita harapkan untuk mewujudkan pilkades damai,” harap Akbar.
Mantan Ketua KNPI Bone ini juga mengharapkan para calon untuk menjaga konstituen dan pendukungnya untuk menjaga situasi kondusif di desa masing-masing. “Pakta integritas yang ditandata-ngani para calon kiranya diwujudkan di lapangan,” kunci dia.
Terkait dugaan ketidaknetralan panitia pada pilkades serentak jilid I tahun 2015 menimbulkan sengketa pilkades. Bahkan berujung pada gugatan ke pengadilan.

Sekedar diketahui, tiga calon kepala desa (Cakades) Ulo Kecamatan Tellusiattinge pada pilkades serentak jilid I menggugat hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa itu, dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Watampone. Gugatan dilayangkan karena panitia dinilai berpihak kepada salah satu calon.

Salah satunya, aturan pelaksanaan pencoblosan harusnya dimulai pada pukul 08.00 Wita sampai dengan pukul 13.00 Wita. Namun pada saat pembukaan, panitia pilkades Desa Ulo justru melalukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan.
Yakni pada saat para pemilih menyetor surat pemberitahuan atau surat panggilan mencoblos, panitia terkesan memilah-milah surat pemberitahuan itu. Dimana pendukung calon tertentu dinilai lancar masuk ke bilik suara untuk menyalurkan hak suaranya.

Sementara pendukung calon lainnya, tidak diberikan kebebasan untuk memilih.
“Terbukti, panitia jarang sekali memanggil nama-nama dari pendukung para calon lainnya. Sehingga surat panggilan tersebut, dibiarkan bertumpuk di depan panitia,” jelas M Nawir, salah satu penggugat kepada RADAR BONE, Selasa 1 Desember 2015 lalu.
Pilkades serentak jilid II akan digelar, Rabu 7 Desember besok. Sebelumnya, pada 2015 lalu, Pemkab sukses menggelar pilkades serentak jilid I yang diikuti 177 desa.  Atas keberhasilan tersebut, Bone menjadi percontohan pilkades serentak.

 

To Top