Diduga Menyimpan, Tipikor Diminta Audit Pembangunan Pasar Lagora

  • Bagikan

SINJAI, RADARBONE.FAJAR.CO.ID--Diduga menyimpan, Aparat Penegak Hukum (APH) diminta untuk memeriksa dan mengaudit pembangunan Pasar Lagora, di Lappadata, Kelurahan Samaenre, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh sejumlah masyarakat setempat. Ismail menjelaskan, sebelumnya sejumlah LSM atau pemerhati korupsi menyoroti kualitas pembangunan pasar tersebut, karena diduga dikerja asal-asalan sehingga menimbulkan sejumlah bagian dari hasil bangunan cepat mengalami kerusakan.

"Sudah banyakmi sebelumnya yang soroti dinas tapi begitulah mungkin pekerja proyek ini banyak duitnya sehingga kebal hukum karena hingga sekarang tidak ada pemeriksaan terhadap proyek tersebut," ungkapnya," Jumat (25/11/2022).

Pembangunan Pasar Lagora kini difungsikan oleh para penjual dan pedagang. Diketahui pasar tersebut memiliki sekitar 104 unit lapak yang terbagi lapak untuk jualan sayuran, ikan, pakaian dan lain lain. Selain itu juga terdapat 15 kios yang terletak di bagian depan pasar serta 4 unit pertokoan mini di bagian sisi kiri.

Kondisi bangunan sebelumnya saat beberapa hari setelah terbangun ditemukan beberapa titik pada dinding dalam pasar maupun dinding bagian luar pasar tersebut mengalami keretakan.
Kini kondisi pasar yang menelan anggaran miliaran rupiah ini sudah mulai terlihat lapuk dan bagian lantai sudah mulai hancur.

Bangunan pasar yang menghabiskan anggaran Rp 5.793.750.000 bersumber dari TP/2019, dinilai kurang bermutu dan yag dikerjakan oleh CV. The Rakhmat Sinergy.

Sekadar diketahui pembangunan Pasar Rakyat Lagora, pada tahun 2009 sebelumnya mendapat kucuran dana Kementerian Perindustrian, guna peningkatan sarana dan prasarana khususnya pelataran dan lapak di bagian pasar, dengan pagu anggaran miliaran rupiah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kemudian pasca direhabilitasi, Pasar Lagora kembali mendapat kucuran anggaran sebesar Rp 5.793.750.000 melalui sumber dana TP .

*

  • Bagikan