Alumni SMAN 3 Tolak Pembangunan Gedung SKB – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Alumni SMAN 3 Tolak Pembangunan Gedung SKB

RADARBONE.CO.ID–Pembangunan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan Kabupaten Bone bertempat di belakang SMA Negeri 3 Bone senilai Rp700 juta lebih mendapat penolakan dari alumni.

Penolakan itu, disampaikan dalam bentuk pembentangan spanduk bertuliskan Alumni SMPP No.30 Watampone, SMAN 2 Watampone, SMAN 3 Bone menolak pembangunan gedung SKB, karena dinilai tak memiliki legalitas yang jelas, karena termasuk penyerobotan lahan, seusai dengan sertifikat No. 5 tahun 1973.

Kepala SMA Negeri 3 Bone Drs A Abd Gaffar yang dikonfirmasi RADAR BONE, Selasa, 09 Oktober 2018 tak menampik adanya spanduk penolakan pembangunan SKB.

Namun selaku kepala sekolah, Gaffar tak ingin mencampuri hal tersebut, karena itu masuk dalam rana alumni.

Menurutnya, jika alumni melakukan penolakan pembangunan SKB itu hal yang wajar, karena tanah yang ditempati membangun SKB itu masih status tanah SMA Negeri 3 Bone dan hingga saat ini belum ada pemecahan sertifikat.

“Saya sudah koordinasi kepala Cabang Dinas Wilayah III Bone dan Sinjai, dari hasil konsultasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, kegiatan pembangunan SKB diharap jangan dulu dilakukan karena ini menyangkut legalitas tanah. Tapi saya melihat kegiatan pembangunan tetap berjalan. Kemungkinan itu yang membuat para alumni melakukan penolakan,” katanya.

Sementara Kepala SKB Kabupaten Bone Surianto mengaku tetap akan melanjutkan pembangunan gedung SKB tersebut, meski mendapat penolakan dari alumni SMAN 3 Bone.

“Lahan yang ditempati membangun gedung adalah milik Pemda bukan lagi miliki Dinas Pendidikan Provinsi karena sudah dilakukan pengalihan aset. Jadi ini bukan penyerobotan,” katanya.

Bahkan Surianto sudah berkoordinasi dengan Pemda atas adanya penolakan pembangunan gedung SKB dari alumni, namun instruksi dari pimpinan kegiatan pembangunan tetap harus dilanjutkan.

“Saya sudah koordinasi dengan pimpinan atas penolakan ini, tapi kami tetap diinstruksikan untuk melanjutkan pembangunan. Itu bertanda bahwa tanah yang ditempati membangun adalah legal alias tanah Pemda,” tandasnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Drs Nursalam MPd pembangunan gedung SKB di Jl Lapawawoi Karaeng Sigeri bukanlah sebuah penyerobotan tanah, karena lahan yang ditempati membangun gedung adalah milik pemerintah daerah Kabupaten Bone.

“Pada saat penyerahan aset Pemda Bone ke Dinas Pendidikan Provinsi, memang tak sepenuhnya di serahkan, karena disitu telah dibangun gedung SKB,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pembangunan gedung SKB yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bone atas izin Bupati Bone, termasuk pembangunan masjid yang dilakukan oleh alumni SMA Negeri 3 Bone itu bisa berjalan atas izin bupati.

“Seandainya tidak ada izin, kedua bangunan ini tidak boleh diteruskan, karena lahan itu sudah menjadi lahan Pemda, meski sertifikatnya belum dilakukan pemecahan,” katanya.

Nursalam juga tak menampik, lahan yang ditempati membangun gedung SKB hingga saat ini belum ada pemecahan sertifikat. Nama sertifikatnya, masih Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

“Bukan hanya SKB yang masuk di dalamnya, termasuk SMK Negeri 7 Bone dan SMP Negeri 6 Watampone,” jelasnya.

Sementara kepala Cabang Dinas Wilayah III Bone dan Sinjai Drs A Syamsu Alam MPd yang dimintai tanggapannya terkait hal tersebut justru memilih bungkam, meski ia telah melakukan persuratan ke Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel.

Berdasarkan dengan data yang dihimpun RADAR BONE, penyerahan aset SMA Negeri 2 Watampone (SMAN 3 Bone) yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bone seluas 13.137 Meter. Hanya saja, di dalam penyerah itu, Disdik tak memuat nomor sertifikat tanah, sehingga nilai perolehannya tidak muncul.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top