Berkaca-kaca, NH Berdoa di Depan Jasad Maddusila – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Berkaca-kaca, NH Berdoa di Depan Jasad Maddusila

RADARBONE.CO.ID_Sungguminasa: Calon gubernur Sulawesi Selatan nomor urut satu Nurdin Halid melayat jasad almarhum Raja Gowa ke-37, Andi Maddusila Andi Idjo, yang disemayamkan di kompleks Balla Lompoa Sungguminasa, Senin (11/6) pagi.

NH beserta rombongan tiba di Balla Lompoa disambut pasukan pengawal kerajaan Gowa sekitar pukul 10.30 Wita. Dia langsung naik ke atas rumah panggung, tempat pembaringan terakhir almarhum yang bergelar Karaeng Katangka Sultan Alauddin II.

Di depan jasad Maddusila, selama beberapa saat NH memanjatkan doa untuk keselamatan almarhum. Matanya tampak berkaca-kaca saat dia menyentuh salah satu sahabat dekatnya itu untuk terakhir kali. Tak banyak kata yang keluar dari mulutnya.

Usai berdoa, NH menyempatkan diri menyapa keluarga besar dan kerabat Maddusila yang memenuhi tempat persemayaman. Selama di lokasi, dia didamping sejumlah pemangku adat dan perangkat kerajaan Gowa. Antara lain Andi Baso Mahmud dan Patta Ago.

NH meninggalkan Balla Lompoa pukul 11.10 Wita. Sebelum beranjak, dia bertemu dengan sejumlah tokoh yang kebetulan juga tengah melayat jasad Maddusila. Antara lain Kapolda Sulsel Irjen Umar Septono dan Pangdam XIV/ Hasanuddin Mayjen Agus Surya Bakti. NH juga sempat menyapa calon gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, yang lebih dulu datang.

NH melayat di tengah kesibukannya safari politik di sejumlah daerah. Dia tiba Senin pagi dari Parepare. Pada hari yang sama, dia dijadwalkan kembali ke luar kota untuk agenda kampanye.

NH menyampaikan ucapan duka cita mendalam atas kepergian Maddusila.

“Saya bersedih. Mewakili keluarga, saya menyampaikan duka cita mendalam, khususnya kepada keluarga dan kerajaan,” katanya.

Nurdin Halid menyebut kepergian Maddusila sebagai kehilangan besar. Putra Andi Idjo Daeng Mattawang disebut sebagai tokoh adat panutan dengan sosok yang sederhana.

“Rakyat Gowa dan saya bersama masyarakat Sulsel berduka karena kehilangan salah satu pemimpin kerajaan yang dikenal gigih dan teguh memegang prinsip,” ujar NH.

Maddusila wafat di Makassar Minggu (10/6) petang, pada usia 68 tahun. Dia rencananya dimakamkan Senin petang di kompleks pemakaman kerajaan Katangka, Gowa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top