Catat!, Kampanye Diluar Jadwal, Bacaleg dan Parpol Bisa Disanksi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Catat!, Kampanye Diluar Jadwal, Bacaleg dan Parpol Bisa Disanksi

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE-Panitia pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bone mengultimatum seluruh peserta pemilu tahun 2019, termasuk Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg), untuk tidak berkampanye diluar jadwal.

Warning yang diberikan Panwaslu Bone kepada seluruh peserta pemilu bukan tanpa alasan, mengingat pemilihan legislatif anggota DPRD akan segera bergulir 2019 mendatang.

Panwaslu mengimbau para peserta agar tidak melakukan kegiatan yang melanggar aturan jelang tahapan pesta demokrasi dilakasanakan, diantaranya seperti melakukan kampanye di luar jadwal tahapan.

“Kita mengimbau kepada peserta untuk tidak melakukan kegiatan yang mengandung unsur kampanye, jelang tahapan kampanye dilakukan,” ujar Anggota Panwaslu Bone, Ridwan Husaifah kepada RADAR BONE, Jumat malam 20 Juli kemarin.

Panwaslu kata dia, juga aktif memantau media sosial. Jika ada figur yang mengkampanyekan diri, maka akan diproses.

“Namun bagi para peserta yang ingin mencalonkan diri, sebagai bentuk sosialisasi dengan memasang spanduk disertai nama dan foto tidak menjadi masalah, asal jangan ada logo partai pada spanduk tersebut. Karena memang saat ini, sulit mendeteksi sebab belum ada penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT),” pungkasnya.

Ridwan menyebutkan, berdasarkan regulasi, tahapan pelaksanaan kampanye pada September mendatang.

Ketua KPU Bone, Izharul Haq membenarkan larangan caleg dan parpol mencuri start kampanye. Hal itu tegas Izharul, diatur di peraturan komisi pemilihan umum republik indonesia nomor 5 tahun 2018 tentang perubahan atas peraturan KPU nomor 7 tahun 2017 tentang tahapan program dan jadwal penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2019.

Di regulasi itu disebutkan, peserta pemilu dilarang melakukan kegiatan yang mengandung unsur kampanye seperti penyampaian visi dan misi, program atau pencitraan. Baik pemasangan alat peraga kampanye seperti baleho dan penyebaran kalender dengan menggunakan logo partai.

“Jika dilanggar tentu akan ada sanksinya, yaitu terancam hukuman penjara selama 1 tahun dan denda Rp 12 Juta,” kuncinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top