Cerita Dari Kota Palu. Gempa dan Tsunami Ciptakan Trauma Mendalam Bagi Korban Gempa – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Cerita Dari Kota Palu. Gempa dan Tsunami Ciptakan Trauma Mendalam Bagi Korban Gempa

LAPORAN MUHAMMAD IRHAM, PALU

RADARBONE.CO.ID–Kota Palu tak ubahnya seperti kondisi pasca perang alias mati.

Bagaimana tidak, pasca gempa dan tsunami yang menghantam kota itu,  situasi mencekam kian menambah trauma warga. Mulai padamnya listrik, jaringan telekomunikasi terputus hingga aksi penjarahan dimana-mana.

“Waktu itu kondisi Palu sangat mencekam, setiap hari ada penjarahan. Semua orang berlari mencari makanan,” kata Indra warga Bone yang sudah bermukim di Palu sejak belasan tahun terakhir.

Kepada RADAR BONE, warga yang lahir di Kota Watampone, tepatnya di Jalan Sukawati itu, berharap bisa kembali ke tanah kelahirannya.

“Saya masih trauma disini. Hampir setiap hari ada gempa,” ujarnya.

“Bahkan ada yang saling membunuh, seperti di Kabupaten Donggala (Donggala Pantai Barat, orang menyebutnya), ada beberapa orang saling kejar menggunakan parang hanya karena memperebutkan makanan,” lanjut Indra.

Salah satu wilayah yang terdampak gempa di Palu, yakni Pantai Talise. 80 persen bangunan di kota tersebut hancur akibat gempa berkekuatan 7,7 skala richter disertai tsunami.

Talise, menjadi salah satu pusat keramaian yang terdampak gempa dan tsunami di Palu yang kini seakan menjadi kota ‘mati’. Jalanan di pesisir Talise kini telah lenyap akibat hantaman gelombang tsunami setinggi 1,5 hingga 6 meter.

Termasuk sebuah jembatan yang terletak di Kota Palu. Jembatan Ponulele dan merupakan ikon Kota Palu. Jembatan ini membentang di atas Teluk Talise tepatnya di Kelurahan Besusu dan Lere, yang menghubungkan Kecamatan Palu Timur dan Palu Barat.

Jembatan kuning ini juga merupakan jembatan lengkung pertama di Indonesia dan hanya tiga di dunia setelah Jepang dan Prancis.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top