Cerita Dibalik Pohon ‘Nyelle’ di Desa Kajaolalliddong, Barebbo – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Cerita Dibalik Pohon ‘Nyelle’ di Desa Kajaolalliddong, Barebbo

Seorang murid SD menyaksikan dari dekat pohon Nyelle yang dinilai angker oleh warga setempat. Pohon raksasa yang konon adalah tongkat Lemellong itu dapat dijumpai di Dusun Bakke, Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo. Gambar dirrekam, Jumat, 26 Januari lalu.

Warga Yakin Itu Tongkat Lamellong Yang Tumbuh Jadi Pohon Raksasa

PENULIS : IRHAM

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Sebuah pohon rakasasa berdiri kokoh di Dusun Bakke, Desa Kajaolalliddong, Kecamatan Barebbo. Pohon setinggi 30 meter ini tak diketahui pasti kapan mulai tumbuh. Namun warga setempat meyakini pohon Nyelle tersebut sudah sangat tua. Tak mudah untuk menemukan pohon Nyelle tersebut. Pasalnya, pohon ini berdiri kokoh di pinggir jalan, tepatnya di Dusun Bakke. Pohon ini dikelilingi sebuah tembok dengan tinggi kurang lebih satu meter.

Masyarakat setempat meyakini pohon tersebut adalah tongkat Lamellong. Konon suatu hari, Lamellong pernah mengambil sebuah kayu “Nyelle” yang masih kecil untuk dijadikan sebagai sebagai tongkat, namun karena tongkat itu tidak lagi digunakan maka dipancangkan di atas tanah Dusun Bakke ratusan tahun silam.
Lamellong sendiri merupakan salah seorang pemikir atau cendekiawan Kerajaan Bone yang dikenal sebagai To Marialeng dan bergelar sebagai Kajaolalliddong yang berarti sebagai cendekiawan dari Lalliddong pada tahun 1543 sampai 1560 silam.

“Informasi yang kami dengar dari pendahulu kami, bahwa pohon tersebut adalah tongkat Lamellong yang ditancapkan karena sudah tidak dipakai lagi,” ungkap Nasir, warga setempat saat ditemui penulis.

Lanjut Nasir pohon tersebut juga disebut sebagai ‘Pohon Jodoh’ dikarenakan setiap bulan purnama orang berbondong datang mengambil kulitnya untuk dijadikan sebagai mantra atau jampi untuk menarik simpati terhadap lawan jenis. “Waktu saya kecil kalau bulan purnama sering datang mengambil ‘Tebba’ (kulit kayu yang diambil dengan ukuran kecil) untuk menarik pandangan lawan jenis,” ungkap Nasir.

Warga setempat tidak dapat mengetahui sejak kapan pohon tersebut ada pasalnya sampai sekarang belum ada yang mengetahui umur pohon raksasa tersebut. Sampai tongkat kayu itu tumbuh dengan suburnya, sampai sekarang pohon itu masih ada. Bahkan pohon besar itu dijadikan penanda oleh penduduk setempat kapan mulainya musim tanam jagung. Menurut para petani di kampung Lalliddong apabila pohon nyelle itu sudah betul-betul rimbun maka tibalah saatnya menanam jagung.

Selain itu pelaut-pelaut dari Sulawesi Selatan dan Tenggara yang akan berlabuh di Pelabuhan Barebbo, maka pohon itulah dijadikan sebagai pedoman. Menurut mereka, selagi masih jauh dari daratan, pohon sudah kelihatan. Puncak pohon samar-samar melambai. Benar atau tidak, yang jelas bahwa pohon nyelle tersebut yang diyakini masyarakat setempat sebagai tongkat Lamellong, hingga kini pohon raksasa itu masih dapat disaksikan keberadaannya, bahkan diganggap pohon yang sangat angker.

(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top