DAK Tertahan, Pengaspalan Tetap Berjalan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

DAK Tertahan, Pengaspalan Tetap Berjalan

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Tertahannya pencairan dana alokasi khusus (DAK) ke daerah ini tidak mempengaruhi kegiatan pengaspalan. Meski proyek pengaspalan dibiayai DAK, namun Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Bone tetap menggenjot proyek pengaspalan jalan. Informasi dari Dinas PUPR Kabupaten Bone, menyebutkan besaran DAK yang dialokasikan untuk pengaspalan jalan di Bone sebesar Rp79 miliar. Ini diperuntukkan bagi pengaspalan jalan di delapan lokasi.

Adapun ruas jalan yang dimaksud yakni, ruas jalan Balangnge menuju Masago Kecamatan Salomekko, ruas jalan Pabbacue-Lonrong, ruas jalan Taccipi ke tokaseng, Bukaka ke Cempalagi, Lampoko ke Bacu (Kecamatan Barebbo), Teko ke Kaju Kecamatan Sibulue. Semuanya berupa pengaspalan hotmix. Kemudian pengaspalan hotmix dan beton pada ruas jalan Pammusureng-Mattirowalie Kecamatan Bontocani, ruas jalan Telle ke Taretta Kecamatan Amali dan Ajangale.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR, Jibang mengatakan peng-aspalan jalan mulai dikerjakan sejak bulan lalu. “Pengaspalan jalan tersebut segera dilaksanakan, sekarang kontraktor sudah mulai membenahi ruas jalan yang akan diaspal. Meskipun dananya belum cair, tapi itu tidak ada masalah, karena pekerjaan jalan itu didalam teknisnya bisa diberikan uang muka kepada kontraktor dan bisa tidak tergantung dari kesepakatan,” kata pejabat pembuat komitmen (PPK) tersebut.

Terkait molornya pencairan DAK tahap pertama, Jibang enggan mengomentari lebih jauh. “Kami tidak mau memasuki hal itu, karena kami hanya mengetahui teknisnya saja, sedangkan mengenai dananya diketahui bagian keuangan,” terang Jibang.

Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Evi Asjikin Sosdja selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) menambahkan pekerjaan jalan kontraknya terhitung mulai 7 Maret 2018. “Dan itu pa-ling lama delapan bulan,” singkatnya. Diketahui, Pemerintah Kabupaten Bone menalangi uang muka pelaksanaan proyek yang dibiayai dana alokasi khusus (DAK). Maklum, pencairan DAK tahap pertama hingga kini belum cair.

Jika dana desa mengendap di kas daerah karena tidak adanya permintaan dana dari pemerintah desa. Dana Alokasi Khusus (DAK) yang akan dikucurkan ke daerah ini justru tertahan di pemerintah pusat. Persyaratan yang diminta pemerintah pusat melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bone belum dipenuhi. Sejatinya dana alokasi khusus tahap pertama sebesar 20 persen sudah ditransfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Namun triwulan pertama sudah berlalu, DAK tak kunjung masuk ke ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Informasi yang diperoleh dari pihak KPPN Bone menyebutkan sesungguhnya dana telah siap. Hanya saja, dana alokasi khusus tersebut tak dicairkan karena persyaratan pencairan dana belum diajukan pemerintah daerah.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top