Eks Ketua PAN Lutim : Survei Pesanan Langgar Etika Politik – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Eks Ketua PAN Lutim : Survei Pesanan Langgar Etika Politik

RADARBONE.CO.ID_Malili — Eks Ketua PAN Luwu Timur (Lutim), Andi Asrul Mappasabbi, menyoroti gerakan jekkong alias praktik curang yang kerap dilakukan kandidat pada pesta demokrasi. Salah satunya berupa upaya membentuk opini publik menggunakan survei pesanan yang dilakukan oleh lembaga riset yang notabene adalah konsultan politik dari kandidat yang diunggulkan.

Menurut Asrul, kandidat yang menggunakan survei pesanan untuk membentuk opini publik terkait keunggulannya telah melanggar etika politik. Terjadi pembohongan publik. Jelas pula bahwa kandidat itu tidak percaya diri dan telah gagal dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Adapun lembaga riset yang menggunakan cara kotor itu pun melanggar kaidah ilmiah.

“Ya itu absurd. Itu sudah di luar etika dan kaidah politik yang baik. Ya memang sah-sah saja dalam taktik dan strategi, tapi masyarakat sebenarnya sudah tahu kok sehingga tidak akan terlalu berpengaruh signifikan,” kata Asrul, Senin (4/6).

Mantan Anggota DPRD Lutim ini menjelaskan mayoritas masyarakat Sulsel kini sudah memiliki pilihan masing-masing. Olehnya itu, upaya penggiringan opini terkait keunggulan pada hasil survei menjelang tahapan pencoblosan tidak akan begitu berdampak signifikan. Kalau pun ada pengaruhnya, kata dia, sangat minim dan sifatnya semu.

“Untuk langkah-langkah pemenangan, orang tidak akan lagi terlalu terpengaruh dengan hasil survei itu. Kan pada dasarnya mayoritas masyarakat sudah punya pilihan masing-masing dan sudah mantap,” tuturnya.

Sebulan sebelum tahapan pencoblosan, dua lembaga survei merilis hasil risetnya mengenai Pilgub Sulsel 2018. Kedua lembaga itu adalah Citra Publik Indonesia-Lingkaran Survei Indonesia (CPI-LSI) Network dan Jaringan Suara Indonesia (JSI). Riset dari dua lembaga itu memiliki kemiripan, bukan cuma hasil, tapi juga pola berupa isu yang dipublish.

Beberapa kesamaan dari riset CPI-LSI Network dan JSI, di antaranya yakni sama-sama mengunggulkan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) dengan elektabilitas yang terpaut jauh dari tiga rivalnya. Padahal, dari hasil survei berbagai lembaga riset lainnya, IYL-Cakka hanya menempati urutan dua atau tiga.

Kesamaan lainnya, CPI-LSI Network maupun JSI sama-sama melansir temuan terkait isu lain pada pilkada yang muaranya terkesan untuk mendowngrade kandidat selain IYL-Cakka.

Bila ditelusuri lebih mendalam, baik CPI-LSI Network maupun JSI ternyata memiliki kesamaan yang lebih besar yakni sama-sama berafiliasi ke IYL-Cakka. Tidak sulit untuk mengetahuinya lantaran dapat ditemukan pada mesin pencari Google. Kerjasama kedua lembaga itu sebagai pendamping IYL-Cakka bahkan sudah dimulai setidaknya pada Agustus 2017.

Kerjasama antara CPI-LSI Network dan JSI dengan Punggawa Macakka-sebutan IYL-Cakka, bahkan secara terbuka sempat diutarakan oleh tim pemenangan pasangan nomor urut empat, Ian Latanro. “Kita pakai ini, ada dua JSI dan LSI,” ucap Ian, dikutip dari laman media online terkemuka, ihwal kerjasama IYL-Cakka dengan dua lembaga survei tersebut.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top