Enam Desa di Bone Diguyur Dana BSPS – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Enam Desa di Bone Diguyur Dana BSPS

RADARBONE.CO.ID–WATAMPONE–Kabupaten Bone mendapat kucuran dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Total anggaran yang dikucurkan, mencapai Rp2,1 miliar yang diperuntukkan untuk perbaikan rumah kumuh di Bone.

Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bone, Drs A Muh Yamin Tahir AT

MSi mengatakan, ada enam desa yang mendapat kucuran dana BSPS. Masing-masing, Desa Mappalo Ulaweng dan Abbanuang, Kecamatan Awangpone, Desa Jompie Kecamatan Ulaweng, Desa Patangkai Kecamatan Lapri. Desa Gaya Baru Kecamatan Tellu Limpoe, dan Desa Tempe Kecamatan Dua Boccoe.

“Program ini menyasar 120 unit rumah dengan total anggaran Rp2.100.000.000,” ujar Yamin yang juga menjabat Asisten 1 bidang pemerintahan Pemkab Bone itu, usai sosialisasi kabupaten kota program BSPS Tahun Anggaran 2019, di salah satu cafe di Kota Watampone, Selasa 16 Juli kemarin.

Setiap desa kata Yamin, mendapat jatah 20 unit rumah, dengan jumlah dana yang diterima sebesar Rp17.500.000 per satu unit rumah. Rinciannya kata dia, Rp2.500.000 untuk gaji tukang serta Rp15 juta bahan bangunan.

Bupati Bone, HA Fahsar M Padjalangi saat membuka sosialisasi program BSPS mewarning jajarannya untuk tidak menyalahgunakan bantuan yang disalurkan tersebut.
Bupati menegaskan program ini mendapat pengawasan dari Kepolisian dan Kejaksaan. “Jadi saya harap penyaluran bantuan ini tepat sasaran. Jangan disunat bantuan untuk masyarakat kurang mampu,” ujarnya.

Bupati mengaku bersyukur atas kucuran bantuan tersebut. Apalagi kata bupati, jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Bone cukup besar, mencapai 14 ribu rumah. “Ini masih data sementara, kemungkinan besar data ini masih bisa bertambah. Apalagi selama dua tahun terakhir (2017-2018), baru sekitar 1.435 rumah tidak layak huni yang tersentuh bantuan. Kami sangat berharap agar program ini terus dilanjutkan dan apabila memungkinkan, alokasi bantuan untuk Bone bisa ditambah,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bone, Hj Nurni Farahyanti SH MH menegaskan agar dalam pelaksanaan program ini, jangan ada oknum yang bermain.

“Kami minta kepada masing-masing kepala desa tidak mengajari penjual bahan bangunan dan penerima bantun untuk kerjasama yang tidak benar. Program ini harus dikontrol dengan baik, karena ini adalah uang negara dan tidak boleh ada permainan di dalamnya. Kasihan masyarakat yang diberikan bantuan, biarkan mereka menikmati bantuan itu dengan memperbaiki rumahnya sepuasnya. Kami harap tidak ada permasalahan yang muncul dikemudian hari akibat ulah oknum yang tidak bertanggungjawab,” harap kajari.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top