Guru Honorer di Bone Desak Aturan Rekrutmen CPNS Direvisi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Guru Honorer di Bone Desak Aturan Rekrutmen CPNS Direvisi

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Ratusan guru honorer di daerah ini dipastikan tak terakomodir dalam penerimaan CPNS tahun ini. Mereka rata-rata jatuh pada tahap verifikasi berkas karena umur melampaui syarat maksimal, yakni 35 tahun.

Merasa diabaikan dalam rekrutmen CPNS kali ini, sejumlah guru honorer mengadu ke DPRD Bone, Rabu, 12 September kemarin.

Mereka mempertanyakan adanya regulasi yang menghilangkan hak eks honorer K2, yakni hanya mereka yang berumur 35 tahun ke bawah yang bisa mendaftar CPNS. Kemenpan RB membatasi rekrutmen CPNS khusus formasi guru K2. Para guru honorer yang sudah di atas 35 tahun itu berharap legislator memperjuangkan hak mereka.

Kebijakan pemerintah pusat yang membatasi umur eks honorer K2 yang bisa mendaftar CPNS dinilai tidak adil.

Samsiar, salah seorang guru honorer kepada RADAR BONE, mengatakan dirinya telah mengabdi selama 14 tahun. Guru SMPN 1 Kahu itu menilai pengabdiannya selama ini diabaikan pemerintah.

“Tidak manusiawi ini aturan ndi. Kami yang sudah mengabdi belasan tahun, tentu merasa hak kami dirampas. Saya harap pemerintah pusat mempertimbangkan pengabdian kami,” ujar Samsiar usai menyampaikan aspriasi di gedung DPRD Bone, Rabu 12 September kemarin.

Ia mengaku, impian menjadi PNS menjadi pemacu semangat mereka dalam mengabdi. “Sekali lagi, kami harap pemerintah pusat bisa merevisi aturan ini,” ujar Samsiar disertai linangan air mata.

Hal serupa disampaikan guru honorer lainnya, Herniati SPd. Ia mendesak batasan umur penerimaan CPNS direvisi.

“Tentunya harapan kami memberikan ruang bagi para K2 untuk mengikuti seleksi CPNS dengan tidak ada batasan umur, apalagi kami sudah bertahun tahun mengabdi. Seperti saya ini sudah 13 tahun sejak November 2003 lalu. Maka dari itu dengan adanya pembatasan umur ini seakan tidak ada penghargaan pengabdian terhadap K2,” bebernya.

Guru kelas ini menyatakan akan terus mengajar sampai ada solusi yang diberikan pemerintah.

“Saya tetap akan mengajar, nanti kalau memang sudah tidak ada lagi solusi baru berhenti, apalagi saya juga sudah sertifikasi dan mudah-mudahan juga ada pengangkatan K2 yang berumur di atas 35 tahun,” imbuhnya.

Ketua Komisi I DPRD Bone, HAM Amin Mangunsara yang menerima aspirasi tersebut, mengaku akan berupaya maksimal menyampaikan keluhan guru guru honorer eks K2 di Kemenpan RB.

“Kita akan teruskan ke pimpinan DPRD untuk selanjutnya diagendakan rapat kerja. Saya juga sangat menyayangkan adanya aturan ini. Kasihan teman-teman guru yang telah mengabdi puluhan tahun, harus pupus harapannya menjadi PNS lantaran adanya regulasi yang membatasi umur dalam pendaftaran CPNS tahun ini,” kuncinya.

Sementara itu, data yang diperoleh dari BKPSDM Kabupaten Bone, menyebutkan hingga penutupan penyetoran berkas eks honorer K2, Senin, 11 September lalu, kuota yang tersedia sebanyak 170 orang tidak terisi seluruhnya.
Pelamar yang dinyatakan lolos berkas sebanyak 153 orang. Artinya, tersisa 17 kuota yang belum terisi.

Kepala BKPSDM Kabupaten Bone, Drs A Islamuddin mengatakan berkas yang sudah diverifikasi selanjutnya akan dibawa ke Kemenpan.

“Insya Allah, kami tetap akan membicarakan dengan Kemenpan, agar kuota yang lowong tetap terisi. Kami tetap berupaya untuk melobi bagaimana kuota yang disediakan itu ada yang mengisi. Tapi itu tetap keputusan Kemenpan yang menentukan nantinya,” kata Islamuddin.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top