Guru Honorer SMA-SMK Sembilan Bulan Tak Digaji – Radar Bone

Radar Bone

Pendidikan

Guru Honorer SMA-SMK Sembilan Bulan Tak Digaji

 

RADARBONE.CO.ID, WATAMPONE– Nasib guru honorer jenjang SMA-SMK di Kabupaten Bone memprihatinkan.

Sudah sembilan bulan menjalankan proses belajar mengajar (PBM) sebagai tenaga pendidik di sekolah tak pernah digaji.

15% dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diperuntukkan kepadanya tak bisa dipergunakan oleh sekolah karena SK Penugasan dari Gubernur yang menjadi dasar pembayaran hingga saat ini belum juga diterbitkan.

Agar proses belajar mengajar di sekolah tetap berjalan, sejumlah sekolah pun mulai ‘curhat’ ke Komite Sekolah. Seperti halnya yang dilakukan SMK Negeri 1 Bone, Senin, 10 September lalu dalam acara pembubaran dan pembentukan pengurus komite baru.

Kepada RADAR BONE, Kepala SMK Negeri 1 Bone Drs H Amiruddin Am MM mengatakan jumlah guru tidak tetap (GTT) yang ada di SMK Negeri 1 Bone sebanyak 46 orang, sementara Pegawai Tidak tetap (PTT) berjumlah 16 orang sudah sembilan bulan tak digaji.

Karena pembayaran insentif melalui dana BOS harus berdasarkan dengan SK Gubernur. Sementara SK Gubernur yang ditunggu sampai saat ini belum ada beritanya.

“Makanya bersyukurlah kemarin ada rapat orang tua/wali siswa semua tingkatan SMK Negeri 1 Bone dengan agenda pembubaran dan pembentukan pengurus komite sekolah sekolah yang baru. Selain sukses terbentuk dan langsung rapat, hasilnya muncul kesepakatan komite untuk sumbangsih dana ke guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT),” katanya.

Sumbangsih itu sepenuhnya diputuskan komite, termasuk nilainya.

“Nilainya saya belum tau, karena setelah saya buka rapat dan memberikan sambutan terkait pemaparan program sekolah, saya tinggalkan ruangan karena ada acara tempat lain dan sepenuhnya saya serahkan ke komite sekolah yang difasilitasi langsung Wakasek Humas,” terangnya.

Hal serupa juga dialami SMA Negeri 18 Bone. Drs Hamzah kepada RADAR BONE juga mengaku prihatin nasib tenaga honorernya karena bekerja tanpa digaji.

“Kami juga bingun karena mau diberikan insentif melalui dana BOS, SK Penugasan dari Gubernur tidak ada. Kami ingin meminta bantuan ke orangtua siswa, jangan sampai dianggap sebagai pungutan. Makanya saat ini kami serba salah,” ungkapnya baru-baru ini saat mengikuti acara pembukaan Bimtek LPj bagi bendahara BOS.

Hal sama diungkapkan Cahaya Kepala SMAN 22 Bone. Mayoritas guru yang mengajar di sekolahnya adalah honorer, dan mereka belum digaji. “Makanya sangat dibutuhkan partisipasi orangtua siswa, karena kapan tidak bisa berdampak pada proses belajar mengajar di sekolah,” imbuhnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top