Hindari Kesan Politisasi, Dzikir dan Doa IYL Bukan di Posko Pemenangan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Hindari Kesan Politisasi, Dzikir dan Doa IYL Bukan di Posko Pemenangan

RADARBONE.CO.ID_MAKASSAR- Konsistensi Ichsan Yasin Limpo (IYL) tidak menghalalkan segala cara untuk menyosialisasikan diri di Pilgub Sulsel 27 Juni 2018 mendatang, patut diacungi jempol.

Di momen ulang tahunnya sekali pun, pasangan Andi Mudzakkar (Cakka) ini memilih menghindari kesan politisasi. Sekalipun tak ada larangan menggelar dzikir dan doa di posko pemenangan, namun “Mister” Komitmen tak ingin menyangkutpautkan dengan embel-embel politik.

Itu sebabnya, Ichsan yang hari ini, Jumat 9 Maret 2018, berusia 57 tahun, memilih menggelar dzikir dan doa bersama di Ballroom Hotel Swissbell Panakukkang, Makassar.

Di tempat inipun, juga tak ada embel-embel pencalonan Ichsan. Hanya tulisan dzikir dan doa, serta gambar IYL dan istri Andi Mudzakkar (Cakka), Andi Tenri Karta Mudzakkar yang di hari bersamaan berulangtahun.

Di ballroom yang dihadiri ratusan keluarga, kerabat dan tim IYL, nampak khusyuk melantunkan doa dan dzikir yang dipandu Ustas Oesman Umar dan majelis dzikir yang dihadirkan. Turut hadir pasangan Ichsan di Pilgub Sulsel, Andi Mudzakkar beserta istrinya yang berulangtahun.

Tak hanya keluarga dan kerabat, sejumlah politisi lintas partai politik (parpol) ikut berbaur di dzikir dan doa milad ke 57 Ichsan Yasin Limpo.

Mereka nampak khusyuk melantunkan doa dan dzikir yang dihadiri langsung Ichsan Yasin Limpo dan istri Andi Mudzakkar, Andi Tenri Karta yang di hari bersamaan berulangtahun.

Politisi lintas parpol yang turut hadir, diantaranya Waketum DPP PPP, Amir Uskara, Ketua DPW PPP Sulsel, M Aras, Ketua PPP Makassar, Busranuddin Baso Tika, Ketua Partai Berkarya Kabupaten Pangkep, Abdul Rahman Assegaf, Wakil Ketua PAN Sulsel Usman Lonta, Ketua Perindo Sulsel Sanusi Ramadhan, serta jajaran pengurusnya.

Bukan hanya itu, jajaran pengurus Demokrat Sulsel juga tak mau ketinggalan. Seperti Yusa Rasyid Ali, Andi Januar Jaury, serta beberapa pentolan partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Amir Uskara mengakui, kehadirannya di dzikir, selain sebagai kerabat IYL juga penegas sikap jika pilihannya sudah harga mati untuk pasangan nomor urut 4 di Pilgub Sulsel.

“Kita doakan yang terbaik untuk Pak Ichsan Yasin Limpo,” kata Amir disela sela dzikir.

Kehadiran Amir beserta kader dan legislator PPP baik tingkat kabupaten maupun provinsi dikatakannya tidak sekedar dzikiran saja.

Melainkan momentum tersebut sekaligus dijadikan sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi antar relawan, simpatisan dan tim pemenangan IYL-Cakka yang hadir.

“Sekaligus juga untuk merapatkan barisan menghadapi Pilgub Sulsel dengan memenangkan 4ppakabaji IYL-Cakka,” ujar Amir yang juga Anggota DPR RI asal Kabupaten Gowa ini.

Sekedar diketahui, kegiatan dzikir ini sekaligus dirangkaikan dengan Hari ulang tahun Ichsan Yasin Limpo ke 57 yang bersamaan hari lahir istri Andi Mudzakkar (Cakka), Andi Tenri Karta Mudzakkar.

Sikap Ichsan tidak asal mempolitisasi setiap kegiatan, juga berulangkali ditunjukkan dibeberapa momentum. Seperti usai shalat Jumat di salah satu masjid di Bontoa, IYL memilih untuk tidak memberi sambutan.

Padahal saat itu, panitia dan jamaah tidak keberatan jika Ichsan memberikan sambutan. Tapi dengan halus, mantan Bupati Gowa dua periode ini menolaknya, dengan pertimbangan tak ingin ada kesan politisasi rumah ibadah.

Begitu pun saat mampir menghadiri takziah istri ketua DPRD Takalar, Ichsan juga meminta diwakili memberi sambutan, dengan alasan tak pantas seorang kandidat memberi sambutan di malam hari atau di acara duka, meski posisinya bagian dari keluarga yang berduka.

Juru Bicara IYL-Cakka, Henny Handayani mengatakan, sejak awal memang pihaknya berusaha mengikuti setiap aturan dari KPU. Termasuk dalam urusan tidak memanfaatkan rumah ibadah untuk bersosialisasi, serta menggelar kegiatan kampanye di malam hari.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top