Honor Dihentikan, Petugas Makam di Bone Protes – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Honor Dihentikan, Petugas Makam di Bone Protes

PENULIS : BAHARUDDIN

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Nasib para petugas penjaga makam dan taman kota memprihatinkan. Memasuki 2018, mereka tak menerima honorarium lantaran tak dianggarkan dalam APBD. Sejak 2010, para penjaga makam yang tersebar di beberapa lokasi ini menerima insentif dari pemerintah daerah sebesar Rp500 ribu per orang. Namun memasuki tahun 2018, honor mereka tiba-tiba hilang.

Para petugas makam ini pun mempertanyakan alasan pemberhentian honornya yang dilakukan secara sepihak. Padahal mereka mengantongi SK bupati sejak 2010. Petugas Makam Masjid Laungnge, Hamzah mengaku sudah mempertanyakan hal ini ke Dinas Lingkungan Hidup Daerah, namun ia malah diminta mengadu ke Dinas Perumahan, Tata Ruang dan Pertanahan. Pasalnya, Bidang Pertamanan dan Pemakaman yang tadinya berada di bawah naungan kebersihan, kini sudah berpindah ke Dinas Perumahan, Tata Ruang dan Pertanahan.
“Kami bertanya-tanya karena sudah mau masuk tiga bulan, kami tidak pernah terima honor sebesar Rp500 ribu. Honor kami terhenti sejak Januari 2018. Kami sudah pertanyakan ke Dinas Lingkungan Hidup Daerah dan Dinas Permukiman, tapi mereka saling lempar tanggungjawab,” kata Hamzah seraya mengakui telah mengantongi SK Bupati sejak 2010.

Diakui Hamzah, selain menjaga makam, tugasnya juga membersihkan makam dari rumput liar. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLHD Kabupaten Bone, A Padauleng yang dikonfirmasi RADAR BONE, Jumat, 23 Februari lalu, mengatakan sesungguhnya bukan hanya petugas makam yang hilang honornya.

Petugas taman pun juga mengalami nasib serupa. Lanjut Padauleng, pihaknya tak lagi menganggarkan honorarium bagi penjaga pemakaman dan petugas kebersihan taman, karena pengelolaan pemakaman dan Taman Bunga dialihkan ke Dinas Perumahan Tata Ruang dan Pertanahan. Makanya anggaran honorarium untuk keduanya di tahun 2018 ditiadakan.

“Kami sudah sampaikan kepada petugas kebersihan dan penjaga pemakaman untuk menghadap ke Dinas Perumahan Tata Ruang dan Pertanahan agar bisa dilanjutkan honornya. Kami sudah konsultasikan sejak November dan Desember 2017 lalu. Namun dinas terkait tidak juga menganggarkan sehingga itu yang menyebabkan sampai sekarang sudah dua bulan tidak menerima honor,” ungkap Padauleng.

Lebih jauh Padauleng mengungkap pihaknya juga tak memberhentikan para petugas makam dan taman tersebut setelah pengelolaan pemakaman dan pertamanan beralih ke Dinas Permukiman, Tata Ruang dan Pertanahan karena pertimbangan kemanusiaan.

Sejatinya, kata Padauleng instansi yang mengelola pemakaman dan pertamanan itu yang mengalokasikan anggaran honorarium dalam APBD.
“Kami juga tidak memecat, karena kasihan mereka yang tidak punya pekerjaan tetap. Sekarang kami hanya menunggu solusi dari pimpinan, agar petugas kebersihan dan penjaga pemakaman itu tetap diberikan honor dan melanjutkan pekerjaannya. Apakah nantinya dikelola Dinas Perumahan Tata Ruang dan Pertanahan atau DLHD. Karena kasihan mereka diberhentikan begitu saja, padahal mereka juga mau hidup,” ungkap Padauleng.

Kepala Dinas Perumahan Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Bone, HA Syafruddin Usman yang dikonfirmasi RADAR BONE, mengakui tidak adanya anggaran untuk pembayaran honorarium bagi petugas makam dan taman bunga.”Karena belum ada dananya dan petugas itu (Petugas makam dan taman) masih menjadi kewenangan DLHD karena SK-nya masih di DLH. Harusnya kalau memang tidak mau lagi dipekerjakan dihentikan dulu atau dipecat. Supaya tidak berharap lagi honor, karena kami mau pecat tidak bisa karena bukan kami yang menerbitkan SK. Kemudian Saya mau berikan gaji juga belum ada dananya,” tutur,” Syafruddin.

Diketahui petugas makam yang telah di SK-kan pemkab sebanyak lima orang. Mereka bertugas menjaga makam masing-masing di TPU Macanang, Makam Manurungnge, TPU Kalokko’e, TPU Masjid Laungnge dan TPU Dare Ape’e. Sedangkan petugas kebersihan taman bunga (Taman Arung Palakka) berjumlah 14 orang. Honorarium mereka dihentikan sejak Januari 2018.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top